Dark/Light Mode

Kapan Gejala Keracunan Makanan Muncul

Jumat, 3 Oktober 2025 07:42 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Kita ketahui bahwa di Kabupaten Bandung Barat pernah diberlakukan status Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan, tetapi situasi lalu dapat diatasi dan status KLB-nya sudah dicabut. Tetapi kita cukup sedih membaca berita media yang menyebutkan, bahwa pada pada 1 Oktober 2025 ternyata ada lagi daerah lain yang menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan, yaitu Kabupaten Garut yang di media massa disebutkan korbannya lebih dari 200 orang.

Pada 1 Oktober 2025 juga dilaporkan kejadian keracunan makanan antara lain terjadi di Banjar, Semarang dan Ngawi, serta mungkin juga di daerah lain.

Sehubungan pertanyaan tentang kapan gejala keracunan makanan timbul, maka kita dapat mengacu pada laman Center of Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat per tanggal 31 Januari 2025 yang menyebutkan bahwa pada sebagian mikroorganisme gejalanya akan timbul dalam beberapa jam sesudah makan. Tetapi disebutkan juga bahwa sebagian mikroorganisme lain dapat saja membutuhkan waktu beberapa hari sebelum gejala timbul.

CDC Amerika Serikat sudah membuat daftar tentang berbagai jenis bakteri dan virus (secara umum mereka sebut “germs”) dan kapan gejalanya biasanya mulai timbul (Symptoms and When They Start), dan memang beda-beda satu dengan lainnya.

Baca juga : Hasil Laboratorium Keracunan Makanan

CDC menyebutkan bahwa untuk keracunan akibat Staphylococcus aureus, maka gejalanya mulai timbul 30 menit sampai 8 jam. Lalu, Vibrio gejalanya dapat muncul dalam 24 jam.

Untuk Clostridium perfringens, maka gejalanya mulai muncul 6 sampai 24 jam sesudah keracunan. Kemudian, kalau keracunannya akibat Salmonella maka gejalanya dapat timbul dalam kurun waktu 6 jam sampai 6 hari. Selanjutnya, keracunan akibat Norovirus menunjukkan gejala yang mulai muncul dalam 12 sampai 48 jam.

Pada Clostridium botulinum, maka gejala mulai timbul dalam 18 sampai 36 jam, Campylobacter dalam 2 sampai 5 hari, E coli gejala mulai dapat dalam 3 sampai 4 hari. CDC menyebutkan bahwa yang lebih lama adalah Cyclospora yang gejalanya dapat timbul sampai 1 minggu dan Listeria yang sampai 2 minggu.

Data perbedaan jarak waktu antara makan dan timbul gejala juga ditampilkan badan lain, seperti Mayo Clinic yang terkenal di Amerika Serikat. Laman Mayo Clinic memberikan daftar tentang kapan jarak antara seseorang kontak kontaminan makanan dengan gejala klinik timbul.

Baca juga : 6 Anjuran Di Hari Paru Sedunia 2025

Antara lain disebutkan bahwa untuk Bacillus cereus jarak timbulnya gejala 10 sampai 16 jam sesudah memakan dan Campylobacter antara 2 sampai 5 hari. Untuk genus yang sama dengan spesies berbeda maka jarak waktunya timbul gejalanya dapat berbeda, Clostidium botulinum pada 18 sampai 36 jam sementara Clostidium perfringens antara 6 sampai 24 jam.

Untuk E Coli maka Mayo Clinic menyebutkan bahwa biasanya gejala timbul dalam 3 sampai 4 hari, tetapi kadang-kadang dapat juga antara 1 sampai 10 hari. Untuk keracunan makanan yang berhubungan dengan cacing Giardia lamblia, maka gejala muncul dalam kisaran 7 sampai 10 hari sesudah konsumsi makanan, sementara untuk virus Hepatitis A jaraknya lebih lama lagi, dapat sampai 15 sampai 50 hari.

Di lain pihak, secara umum ada juga yang membagi jarak waktu ini dengan gradasi cepat (dalam hitungan jam), lalu gradasi menengah (dalam hitungan hari) dan gradasi lambat yang dalam hitungan hari.

Yang jelas memang dapat ada variasi lamanya timbul gejala dari bakteri atau virus yang berbeda, selain tentu juga ada berbagai faktor lain yang berperan yang perlu dikaji lebih mendalam. Tentu kita memerlukan pemahaman tentang kapan gejala akan timbul sesudah keracunan makanan agar penanganan kesehatan dapat dilakukan dengan lebih baik lagi.

Baca juga : Diplomasi Kesehatan Global

Prof. Tjandra Yoga Aditama
-Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University
-Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit Kemenkes dan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
-Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat
-Penerima Rekor MURI April 2024, Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 Persatuan Rumah Sakit se Indonesia dan Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.