Dark/Light Mode

Israel-Hamas Sepakat Damai

Kali Ini, Trump Disanjung Dunia

Jumat, 10 Oktober 2025 07:20 WIB
Warga Palestina turun ke jalan, menari dan berdoa saat mendengar kabar bahwa Israel dan Hamas sepakat damai. (Foto: AP Photo/Jehad Alshrafi)
Warga Palestina turun ke jalan, menari dan berdoa saat mendengar kabar bahwa Israel dan Hamas sepakat damai. (Foto: AP Photo/Jehad Alshrafi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Langit Gaza mulai terang. Setelah dua tahun perang berdarah, Israel dan Hamas akhirnya menyetujui proposal perdamaian yang disodorkan Presiden Amerika Serikat. Trump yang biasanya banyak di-bully, kali ini disanjung dunia. 

Kesepakatan damai antara Hamas dengan Israel diumumkan Kamis (9/10/2025). Dalam kesepakatan damai itu, Amerika Serikat, Qatar, Mesir, dan Turki bertindak sebagai mediator. 

Kesepakatan tahap pertama mencakup beberapa poin krusial. Hamas berjanji membebaskan 20 sandera warga Israel yang masih ditahan di Gaza. Sebagai gantinya, Israel akan melepas 2.000 tahanan Palestina

Baca juga : Pemerintah Terus Benahi Program Makan Gizi Gratis

Pertukaran ini dijadwalkan berlangsung dalam waktu 72 jam sejak penandatanganan. Jika berjalan mulus, ini akan jadi babak baru setelah perang Gaza meletus pada 7 Oktober 2023 yang telah menelan puluhan ribu nyawa. 

Selain soal sandera, Israel juga akan menarik pasukannya dari beberapa zona perang. Dalam lima hari pertama, 400 truk bantuan diperbolehkan masuk ke Jalur Gaza setiap hari — jumlah yang akan terus ditingkatkan untuk meredam krisis pangan dan medis. Warga yang selama ini mengungsi, juga akan diizinkan pulang ke rumah masing-masing. 

Donald Trump, yang memimpin langsung proses negosiasi lewat jalur Washington–Doha–Kairo–Ankara, menyebut hari itu sebagai “hari besar bagi dunia Arab, Muslim, dan Israel”. 

Baca juga : KPU Berbenah, Lebih Terbuka Dan Kolaboratif

“Kami berterima kasih kepada para mediator dari Qatar, Mesir, dan Turki yang bekerja keras untuk mewujudkan peristiwa bersejarah ini,” tulis Trump di akun Truth Social, dikutip New York Times

Trump menegaskan, kedua pihak telah menandatangani fase pertama Peace Plan rancangan AS. “Ini langkah awal menuju perdamaian yang kuat dan abadi,” katanya. 

Ucapan itu disambut positif pemimpin dunia. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut keberhasilan ini tak lepas dari keberanian politik Trump. “Saya khusus berterima kasih kepada Presiden AS, Mr. Trump, yang menunjukkan kemauan politik untuk mendorong gencatan senjata,” tulis Erdogan di X. 

Baca juga : Dua Calon Ketua Ngaku Dapat Dukungan Ketum

Qatar pun ikut mengapresiasi. Juru Bicara Kemenlu Qatar, Majed al-Ansari, mengatakan fase pertama rencana gencatan senjata ini mencakup pembebasan sandera dan tahanan, serta masuknya bantuan kemanusiaan dalam skala besar. 

Dari Moskow, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyebut rencana damai Trump masih bersifat umum. Namun, dia mengakui kalau proposal yang dibuat Trump merupakan yang terbaik untuk saat ini. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.