Dark/Light Mode

IOC Bela Israel Terkait Penolakan Visa Atlet Peserta Kejuaraan Senam Artistik

Kamis, 23 Oktober 2025 08:38 WIB
Ilustrasi bendera Olimpiade. (Foto International Olympic Committee)
Ilustrasi bendera Olimpiade. (Foto International Olympic Committee)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komite Olimpiade Internasional (IOC) angkat bicara setelah Pemerintah Indonesia menolak pemberian visa bagi atlet Israel yang akan berlaga di Kejuaraan Dunia Senam Artistik ke-53 di Jakarta. IOC menilai kebijakan itu melanggar semangat Olimpiade dan prinsip dasar olahraga yang menjunjung non-diskriminasi.

Dalam rapat Dewan Eksekutif IOC (Executive Board/EB) September lalu, IOC menyatakan keprihatinan terhadap berbagai kasus pembatasan akses atlet ke negara tuan rumah ajang olahraga internasional. Menurut IOC, tindakan seperti itu menghambat hak atlet untuk bertanding secara damai dan merusak semangat persatuan dalam olahraga dunia.

“Seluruh atlet, tim, dan ofisial yang memenuhi syarat harus dapat berpartisipasi tanpa diskriminasi dari negara tuan rumah,” bunyi pernyataan IOC di website, Kamis (23/10/2025).

Larang Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade

Langkah tegas pun diambil. IOC memutuskan untuk menangguhkan seluruh pembahasan dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) terkait peluang menjadi tuan rumah Olimpiade, Youth Olympic Games, maupun ajang sejenisnya sampai ada jaminan tertulis dari Pemerintah bahwa semua peserta, tanpa memandang kebangsaan, dapat masuk ke Indonesia.

Baca juga : Bahlil Tegas! IUPK Nggak Bisa Diperpanjang, Kalau Cadangan Tambangnya Tipis

Selain itu, IOC juga meminta seluruh federasi olahraga internasional agar menunda penyelenggaraan kompetisi atau rapat di Indonesia sampai ada kepastian soal akses bebas bagi semua atlet.

IOC turut meminta federasi olahraga internasional di seluruh dunia memastikan adanya klausul jaminan akses bagi semua atlet dalam setiap perjanjian tuan rumah kualifikasi Olimpiade.

KOI dan Federasi Senam Internasional (FIG) juga diundang ke markas IOC di Lausanne, Swiss, untuk membahas persoalan ini lebih lanjut.

Keputusan IOC ini menunjukkan sikap tegas organisasi tersebut dalam membela prinsip netralitas olahraga, termasuk membela hak atlet Israel agar tidak diperlakukan diskriminatif di ajang internasional.

Baca juga : Yusril: Indonesia Tidak Akan Terbitkan Visa Untuk Atlet Senam Artistik Israel

IOC mengingatkan bahwa olahraga seharusnya menjadi wadah pemersatu bangsa, bukan arena politik. Setiap atlet, kata IOC, berhak tampil di panggung dunia tanpa hambatan administratif atau tekanan politik dari negara tuan rumah.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia mengatakan tidak akan memberikan visa bagi atlet senam asal Israel yang mengikuti Kejuaraan Dunia Senam Artistik Dunia yang diselenggarakan pada 19–25 Oktober di Jakarta.

Federasi Senam Israel sempat mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga soal masalah ini. Hasilnya, banding mereka ditolak, dan atlet-atlet mereka akhirnya gagal bertanding di Jakarta.

Larang Atlet Rusia Dan Belarus

Tolak menolak kehadiran atlet suatu negara di lokasi tempat berlaga bukan hal baru. IOC juga resmi melarang Rusia dan Belarus ikut serta dalam Olimpiade Musim Dingin 2026 di Italia.

Baca juga : Trump: Israel Dan Hamas Setujui Fase Pertama Perjanjian Damai Gaza

Keputusan itu diumumkan Jumat, 19 September 2025, menyusul konflik Ukraina yang meletus sejak 2022. Akibat perang tersebut, atlet kedua negara sudah lebih dulu dilarang tampil di berbagai ajang olahraga internasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.