Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Fokus Selamatkan 7 Penambang, Freeport Sementara Berhenti Produksi
Selasa, 16 September 2025 08:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Freeport Indonesia (PTFI) menghentikan produksinya sementara dan memilih fokus menyelamatkan tujuh pekerjanya yang terjebak di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), Papua.
“Operasional penambangan sekarang berhenti sementara, semua fokus pada penanganan bencana,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/9/2025).
Menurut Bahlil, penghentian produksi sementara ini penting dilakukan karena kondisi area tambang masih labil dan berisiko menimbulkan bahaya baru. “Orang di dalam masih dalam posisi terjebak dan belum ada informasi lebih lanjut. Proses pencarian terus dilakukan,” jelasnya.
Bahlil menambahkan, tim Kementerian ESDM sudah berada di Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, sejak beberapa hari lalu untuk membantu evakuasi. Dia juga telah melaporkan perkembangan situasi ini kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Saya sudah melapor kepada Bapak Presiden, dan sampai sekarang pencarian masih berlangsung di dalam area longsor,” ujarnya.
Baca juga : Tebar 17 Paket Stimulus, Pemerintah Genjot Pertumbuhan Ekonomi
Dirjen Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno menambahkan keterangan bahwa tim di lapangan terus berusaha membuka jalur yang tertutup material. Hingga kini, keberadaan tujuh pekerja tersebut masih terhalang longsor.
“Masih diupayakan, mengeluarkan material-material yang menutup jalur akses,” kata Tri di Kompleks Parlemen, Senin (15/9/2025).
Tri menyebut, dari tujuh pekerja itu terdapat dua warga negara asing, masing-masing asal Chili dan Afrika Selatan. Sisanya warga negara Indonesia.
“Untuk komunikasi dengan kedutaan masing-masing sudah dilakukan,” tambahnya.
Dari pihak perusahaan, VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia Katri Krisnati memastikan, fokus utama perusahaan adalah berupaya menyelamatkan tujuh pekerja yang terdampak insiden aliran material basah di area tambang bawah tanah GBC.
Baca juga : Indonesia Terdepan Bela Palestina Merdeka
"Upaya ini dilaksanakan bersama tim Inspektur Tambang dari Kementerian ESDM guna menentukan langkah terbaik dalam proses penyelamatan," ujarnya dalam keterangan yang diterima Rakyat Merdeka, Senin (15/9/2025).
Katri menyampaikan, sejak awal bencana, tim penyelamat telah bekerja tanpa henti untuk membuka akses menuju lokasi keberadaan karyawan yang terjebak. Meskipun, mereka terus menerus menghadapi tantangan besar dan risiko keselamatan tinggi.
Kini, dengan bantuan tim ESDM yang diwakili Kepala Inspektur Tambang Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Hendra Gunawan, Katri berharap hasil optimal bisa dicapai. "Kami mengajak seluruh pihak untuk mendoakan kelancaran operasi serta keselamatan tim yang bertugas di lapangan," pintanya.
Sebelumnya, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas menegaskan, seluruh sumber daya perusahaan dikerahkan untuk menyelamatkan para pekerja. Tim tanggap darurat, katanya, bekerja menggunakan alat berat, bor, dan drone, meski terkendala material basah aktif dan akses komunikasi.
Dalam melakukan berbagai upaya itu, Freeport bekerja sama dengan Inspektur Tambang dari Kementerian ESDM, pihak MIND ID, dan Freeport McMoRan. Tony menyebut, tantangan terberat yang dihadapi untuk mengevakuasi tujuh pekerja yang masih terjebak tersebut, yakni material lumpur bijih basah yang masuk ke area tambang bawah tanah GBC sangat banyak.
Baca juga : Sudah Normal Setelah Dihantam Banjir, Bali Kembali Indah
"Kami upayakan yang paling terbaik. Seluruh daya upaya, energi dan sumber daya kami fokuskan untuk penyelamatan ketujuh karyawan tersebut," ujar Tony.
Diketahui, insiden di tambang bawah tanah Freeport terjadi pada Senin (8/9/2025) sekitar pukul 22.00 WIT, ketika material basah dari salah satu blok produksi menutup jalur evakuasi. Tujuh pekerja yang masih terjebak diketahui bernama Irwan, Wigih Hartono, Victor Manuel Bastida Ballesteros, Holong Gembira Silaban, Dadang Hermanto, Zaverius Magai, dan Balisang Telile.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya