Dark/Light Mode

Indonesia-Norwegia Jalin Kemitraan Kemaritiman

Senin, 27 Oktober 2025 08:02 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno (tengah), didampingi Duta Besar Indonesia untuk 
Norwegia Teuku Faizasyah (kiri) dalam acara Dialog Kelautan Indonesia-Norwegia Pertama di Oslo, 
Norwegia. Kegiatan ini berlangsung pada 22–23 Oktober 2025. (Foto KBRI Oslo)
Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno (tengah), didampingi Duta Besar Indonesia untuk Norwegia Teuku Faizasyah (kiri) dalam acara Dialog Kelautan Indonesia-Norwegia Pertama di Oslo, Norwegia. Kegiatan ini berlangsung pada 22–23 Oktober 2025. (Foto KBRI Oslo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia-Norwegia dan Norwegia menggelar The 1st Indonesia–Norway Ocean Dialogue di Oslo, Norwegia pada 22–23 Oktober 2025. Forum ini menandai babak baru dalam kemitraan maritim kedua negara dan menjadi tindak lanjut dari Joint Declaration on the Partnership for a Prosperous and Sustainable Future yang diteken kedua negara pada Juni 2025.

Dikutip dari keterangan tertulis Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Oslo, Sabtu (25/10/2025), delegasi Indonesia yang hadir dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno, didampingi Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Norwegia Teuku Faizasyah, serta sejumlah perwakilan dari Kementerian Luar Negeri.

Dari pihak Norwegia, hadir Wamenlu Eivind Vad Petersson bersama sejumlah pejabat senior dari kementerian dan lembaga terkait.

Dalam forum tersebut, kedua negara membahas peluang kerja sama di bidang ekonomi biru (green economy), teknologi kelautan, energi rendah emisi dan pariwisata bahari berkelanjutan.

Baca juga : Investor Korea Sowan ke Kyai Said, Jalin Kerja Sama Digital dan Kosmetik Halal

Arif Havas Oegroseno juga menyampaikan rencana penyelenggaraan Ocean Impact Summit 2026 di Bali dan mengundang partisipasi aktif Norwegia dalam ajang tersebut.

Selain Ocean Dialogue, delegasi Indonesia turut berpartisipasi dalam Roundtable Discussion on Methods of Carbon Pricing: Carbon Sequestration of Forests and Avoided Emissions yang difasilitasi KBRI Oslo.

Kegiatan ini mempertemukan lembaga riset dan kementerian dari kedua negara, baik secara langsung maupun daring. Termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia, NORAD, Rainforest Foundation Norway, SSB, CICERO dan University of Oslo.

Diskusi tersebut memperkuat kolaborasi Indonesia dan Norwegia dalam pengembangan mekanisme pasar karbon yang kredibel dan berintegritas tinggi.

Baca juga : 513 SDM Indonesia Siap Operasikan Kereta Cepat Whoosh

Di sela-sela kegiatan, Havas bertemu Eivind Vad Petersson dan Wakil Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Astrid Willa Eide Hoem.

“Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama di bidang ekonomi biru, green shipping, pasar karbon, pendanaan iklim dan diplomasi kelautan global,” jelas Dubes Faizasyah.

Menurutnya, kedua pihak berkomitmen memperdalam kolaborasi yang berorientasi pada hasil. Mendorong peran sektor swasta dan komunitas riset dalam mendukung agenda maritim berkelanjutan.

Penyelenggaraan Ocean Dialogue pertama ini mencerminkan komitmen bersama Indonesia dan Norwegia menjadikan laut sebagai sumber kesejahteraan bersama, sekaligus ruang kerja sama strategis menuju masa depan yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.

Baca juga : Bangun Desa Lewat Bola Sampai E-Sport

 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.