Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kasih Trump Souvenir Mahkota Berlapis Emas
Presiden Korsel Dirujak Netizen Dan Warga AS
Jumat, 31 Oktober 2025 04:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gara-gara menghadiahkan mahkota kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung jadi bahan sindiran. Dia dirujak warga Negeri Paman Sam maupun netizen global.
Mahkota tersebut diserahkan di Museum Nasional Gyeongju pada 29 Oktober 2025, saat kunjungan kenegaraan Trump ke Negeri Ginseng. Trump menyambut hadiah itu dengan antusias.
“Ini benar-benar indah. Saya ingin memakainya sekarang,” kata Trump saat melihat medali tersebut.
Pada jamuan makan malam, dia memuji hadiah itu sebagai karya seni yang luar biasa.
Mahkota emas yang diterima Trump adalah replika mahkota berlapis emas yang pernah dikenakan raja-raja Korsel era Dinasti Silla. Mahkota Cheonmachong yang berusia lebih dari seribu tahun itu ditemukan pada 1970-an.
Artefak ini dianggap sebagai harta nasional Korsel yang memiliki nilai sejarah tinggi. Simbolisme di balik hadiah ini sangat dalam, mencerminkan hubungan bilateral kedua negara.
Namun, pemilihan mahkota emas juga dikaitkan dengan selera Trump yang dikenal menyukai kemewahan dan dekorasi berlapis emas.
Baca juga : Senator PFM: Mahkota Cendrawasih Harusnya Dimuseumkan, Bukan Dibakar
Alih-alih menuai pujian, momen tersebut justru memicu gelombang kritik dan sindiran di AS. Banyak yang menganggap pemberian mahkota itu tidak pantas, karena selama ini Trump kerap dituduh bersikap seperti raja.
Tagar #NoKings bahkan kembali trending di media sosial, merujuk pada gerakan protes besar-besaran beberapa waktu lalu menolak gaya kepemimpinan Trump yang otoriter.
“Serius, kita berjuang keras agar dia tidak merasa seperti raja, lalu Korea malah memberinya mahkota?” tulis seorang pengguna X dengan nada kesal.
Acara satir The Daily Show, yang dipandu Desi Lydic juga menyoroti momen ini dengan gaya khasnya. Lydic menggambarkan Trump datang ke Korsel dengan penuh antusias, tapi kecewa karena “pemburu iblis seksi” ala drama Korea ternyata tidak nyata.
Yang lebih lucu, kata Lydic, Trump disambut di landasan pesawat dengan lagu “YMCA” dari grup disko Village People.
“Tak bisa dipercaya. Lagu YMCA sekarang jadi lagu kebangsaan resmi Presiden Amerika,” celetuk Lydic.
“Padahal waktu dibuat, lagu itu cuma soal bersenang-senang di gym,” cecarnya.
Baca juga : Menpora Erick Tutup Piala Presiden Usia Dini Di Surabaya
Lydic juga melontarkan kritik tajam kepada Pemerintah Korsel.
“Hei, Korea Selatan, apa yang kalian pikirkan?! Kami di sini mati-matian menjauhkan presiden kami dari segala hal berbau kerajaan, dan kalian datang dengan berkata, ‘Hei, Presiden Trump, coba pakai mahkota keren ini!’ Itu sama sekali tidak membantu,” tegasnya.
Segmen satir itu, kemarin malam, mendapat lebih dari 15.000 likes dan ratusan komentar. Banyak warganet memuji keberanian Lydic dalam menyampaikan kritik lewat komedi.
“Desi Lydic adalah harta nasional, kita harus melindunginya dengan segala cara,” tulis seorang pengguna X (Twitter).
Beberapa warga Korsel bahkan menyindir pejabat negaranya yang dianggap terlalu berlebihan dalam menyambut Trump. Padahal, hubungan kedua negara sempat menegang akibat kasus deportasi para teknisi Hyundai dari AS.
“Saya yakin mahkota itu sindiran halus. Lihat betapa tinggi dan mencolok bentuknya,” tulis seorang netizen asal Seoul.
Trump tiba di Korsel menjelang perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2025 di Gyeongju pada 30 Oktober-1 November 2025.
Baca juga : Mensesneg Pastikan, Tak Ada Surat Presiden Ke DPR Terkait Pergantian Kapolri
Selain mahkota, Trump juga menerima medali Grand Order of Mugunghwa, penghargaan tertinggi dari Pemerintah Korsel. Medali tersebut memiliki desain daun laurel yang melambangkan kemakmuran.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya