Dark/Light Mode

Partai Anti-Islam Belanda Pimpinan Wilders Nyungsep

Politisi Termuda Punya Kans Jadi PM Belanda

Sabtu, 1 November 2025 05:38 WIB
Tersenyum: Rob Jetten menyapa para pendukungnya usai menyampaikan pidato setelah hasil hitung 
cepat keluar, Kamis (30/10/2025). (Foto D66)
Tersenyum: Rob Jetten menyapa para pendukungnya usai menyampaikan pidato setelah hasil hitung cepat keluar, Kamis (30/10/2025). (Foto D66)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perubahan besar aspirasi politik terjadi di Negeri Kincir Angin. Suara partai kecil, Partai Demokrat 66 (D66) mengalami lonjakan tajam dalam Pemilu 2025. Sementara, Partij voor de Vrijheid (PVV), nyungsep.

Rob Jetten, pemimpin Partai D66 berpeluang besar menjadi Perdana Menteri (PM) termuda dalam sejarah Belanda.

Hingga Kamis (30/10/2025) pagi, sekitar 90 persen suara telah dihitung. Hasil penghitungan suara menunjukkan, D66 dan PVV sama-sama meraih 26 kursi dari total 150 kursi parlemen. Meski berimbang, lonjakan perolehan D66 dianggap sebagai kejutan besar sekaligus pukulan telak bagi kubu Geert Wilders, Pemimpin PVV.

Wilders yang dijuluki “Trump Belanda” itu mengaku kecewa atas hasil ini. “Kami ingin meraih lebih banyak kursi dan menyesali kekalahan ini, tetapi bukan berarti kami terhapus dari peta politik,” ujar Wilders seperti dikutip Al Jazeera, Jumat (31/10/2025).

Baca juga : Bali Dilanda Banjir Dan Longsor, Polri Kerahkan Personel Bantu Penanganan

PVV kehilangan banyak dukungan dari rekor kemenangan pada Pemilu 2023 yang mengantarkan mereka sebagai partai terbesar dengan 37 kursi. Popularitas Wilders, yang dikenal dengan retorika anti-imigran dan anti-Islamnya, disebut anjlok akibat sikap kerasnya menolak kebijakan suaka.

Sebaliknya, D66 tampil mencuri perhatian. Di bawah kepemimpinan Jetten (38). Partai berhaluan liberal progresif itu berhasil melipatgandakan kursinya dari hanya enam pada 2023 menjadi 26 kursi tahun ini.

Jetten, yang dulu sempat dicemooh sebagai “Robot Jetten”, kini menjelma menjadi figur karismatik dan populis moderat. Politisi tampan dan suka tersenyum itu, mudah didekati, dan selalu tampil apa adanya, membuat dia berhasil merebut hati pemilih.

Dalam kampanye, dia menonjolkan isu praktis seperti krisis perumahan, pendidikan, dan kebijakan imigrasi yang lebih manusiawi.

Baca juga : PHSS Bantu Nelayan dan Pembudidaya Kerang Terdampak Cuaca Ekstrem di Muara Badak

“Rakyat Belanda hari ini membuka lembaran baru dan mengucapkan selamat tinggal pada politik kebencian,” tegas Jetten dalam pidato kemenangan di Den Haag.

Jetten juga berusaha meyakinkan para pemilih, meskipun usianya masih muda, dia telah cukup lama berkecimpung di dunia politik dan sangat mampu memimpin negara berpenduduk 18 juta orang itu.

“Saya menjadi jauh lebih dewasa dan berpengalaman,” candanya dikutip Reuters, Kamis (30/10/2025).

Jika berhasil membentuk pemerintahan koalisi, Jetten akan menjadi perdana menteri termuda dan pertama yang secara terbuka mengakui dirinya gay dalam sejarah Belanda.

Baca juga : Syarikat Islam Apresiasi Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di 70 Ribu Desa

Namun jalan menuju pemerintahan baru dipastikan tidak mudah. Untuk mencapai mayoritas, D66 memerlukan minimal 76 kursi. Ini berarti dia harus menggandeng beberapa partai lain seperti VVD (tengah-kanan), Partai Hijau-Buruh, dan Partai Kristen Demokrat.

Proses negosiasi koalisi di Belanda biasanya berlangsung lama. Bisa memakan waktu berbulan-bulan. 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.