Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Inggris Dukung Penguatan Ketahan Digital RI Lewat Misi Dagang Keamanan Siber
Selasa, 4 November 2025 08:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Inggris meluncurkan Misi Dagang Keamanan Siber pertamanya di Indonesia pada 27–29 Oktober 2025. Program ini bertujuan memperkuat kerja sama kedua negara dalam memperkokoh ketahanan dan keamanan ekonomi digital yang berkembang pesat di Indonesia.
Kegiatan ini melibatkan 11 perusahaan terkemuka asal Inggris dalam misi perdana ini. Termasuk perusahaan keamanan siber inovatif dan inisitif akademis, untuk membangun hubungan langsung dengan Pemerintah, industri dan akademisi.
Wakil Duta Besar (Wadubes) Inggris untuk Indonesia Matthew Downing usai acara peluncuran di St Regis Hotel, Jakarta, Senin (27/10/2025), mengatakan, industri siber Inggris merupakan salah satu pemimpin di dunia, dengan lebih dari 2.100 perusahaan dan 67 ribu tenaga kerja profesional.
Baca juga : Georgia Tawarkan Kemudahan Bisnis, DPD RI Sambut Peluang Kerja Sama Baru
Selama di Indonesia, sambung Wadubes Downing, delegasi mengikuti berbagai kegiatan di sektor infrastruktur penting. Beberapa di antaranya, business matchmaking hingga Forum Keamanan Siber Inggris–Indonesia.
"Kemitraan ini akan membuka peluang kolaborasi baru dalam menjaga keamanan warga, memberdayakan pelaku usaha, dan menegakkan nilai-nilai demokratis di era digital," kata Downing.
Kesepakatan kerja sama ini, lanjut Downing, akan menjadi bagian dari Kemitraan Strategis Inggris–Indonesia, yang rencananya akan ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada akhir tahun ini.
Baca juga : Quorum 4.0 Dorong Produktivitas Lewat Digitalisasi Hingga Kemitraan Strategis
Direktur Infrastruktur dan Teknologi Departemen Bisnis dan Perdagangan Inggris Rodney Berkeley menambahkan, sebagai eksportir produk dan layanan siber terbesar ketiga di dunia, Inggris menggabungkan inovasi dengan standarisasi yang dijamin Pemerintah, yang menjadikan Inggris sebagai mitra terpercaya untuk transformasi digital yang aman.
“Kami ingin berkontribusi terhadap ketahanan siber Indonesia serta mendukung program seperti 100 Kota Pintar dan Strategi Nasional Kecerdasan Buatan,” bebernya.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey dalam keterangannya mengatakan, " Misi ini menjadi penanda signifikan hubungan Inggris-Indonesia dalam sektor keamanan siber, dan membuka jalan baru untuk kolaborasi strategis dan komersial di tahun-tahun mendatang."
Baca juga : BNI dan ITS Dorong Filantropi Pendidikan Digital Lewat Dana Abadi ITS
Inggris telah menunjukkan dukungannya terhadap usaha Indonesia untuk membangun tata kelola siber yang aman melalui Program Siber Indo-Pasifik, yang dipimpin Strategi Siber Nasional Inggris (UK’s National Cyber Strategy).
Misi ini diharapkan dapat mendukung Indonesia dalam memperkuat ketahanan digital serta mengembangkan ekosistem keamanan siber di dalam peta jalan “Menuju Indonesia 4.0” yang ambisius. Peta jalan ini diharapkan dapat membawa Indonesia menjadi pemimpin ekonomi digital di tahun 2030.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya