Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
MUI Gandeng BKSAP DPR dan GCAP Dorong Asia Pasifik Kompak Bela Palestina
Minggu, 9 November 2025 18:28 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) dan lembaga internasional Global Coalition for Al-Quds and Palestine (GCAP) yang berbasis di Istanbul, Turki, sukses menyelenggarakan Konferensi Asia-Pasifik untuk Palestina di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, pada 7–8 November 2025. Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah lembaga filantropi Indonesia seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Forum Zakat (FOZ), serta Daarut Tauhiid Peduli.
Deklarasi Asia-Pasifik untuk Palestina
Konferensi dua hari tersebut menghasilkan “Asia-Pacific Declaration for Palestine”, sebuah deklarasi yang berisi 10 butir keputusan konkret mengenai dukungan terhadap kemerdekaan bangsa dan rakyat Palestina. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, menyampaikan hasil deklarasi tersebut pada Sabtu (8/11/2025).
Salah satu poin penting yang disepakati adalah penguatan kerja GCAP di kawasan Asia-Pasifik, dengan Indonesia ditetapkan sebagai pusat gerakan solidaritas Palestina. Deklarasi itu juga menyerukan pembentukan pasukan multinasional yang dipimpin oleh Indonesia, Turki, dan Malaysia untuk menegakkan gencatan senjata serta menjalankan resolusi PBB.
Selain itu, konferensi juga mendesak Mahkamah Internasional (ICJ) dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) agar mempercepat proses hukum terhadap kejahatan perang yang dilakukan Israel.
Bahas Geopolitik dan Prospek Perdamaian Palestina
Baca juga : Soeharto Dan Gus Dur Pantas Dapat Gelar Pahlawan Nasional
Sebelum deklarasi disahkan, para peserta dari berbagai negara memadati Ruang Sidang Abdul Moeis, Gedung Nusantara, DPR, di Jakarta Selatan. Salah satu sesi diskusi yang menarik perhatian bertema “Geopolitik dan Palestina, Solidaritas Global, Implikasi bagi Kawasan Asia-Pasifik, dan Prospek Perdamaian di Palestina".

Diskusi menghadirkan beberapa tokoh penting, antara lain: Prof. Makarim Wibisono, mantan Rapporteur Khusus PBB untuk Situasi HAM di Wilayah Pendudukan Palestina; Dr. Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua MPR RI; Prof. Dr. Din Syamsuddin, Ketua Steering Committee Aliansi Rakyat Indonesia Pembela Palestina; dan Dr. Ahmed Atawnah, Deputi Sekjen GCAP untuk wilayah Asia-Pasifik.
Diskusi tersebut dipandu Michael Tenne, Fellow Senior di Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). Para peserta sepakat bahwa negara-negara Asia dan Pasifik akan terus memperkuat gagasan negara Palestina yang merdeka.
Menurut mereka, kemerdekaan bukan hanya aspirasi, tetapi hak sah rakyat Palestina. Selain itu, peserta juga mendukung upaya pengiriman pasukan penjaga perdamaian dari masing-masing negara untuk membantu menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah tersebut.
Baca juga : Menkop dan MenPU Dorong Percepatan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Duta Besar Makarim Wibisono menilai rekomendasi ini sangat konkret dan sejalan dengan perjuangan Indonesia di berbagai forum internasional yang membahas isu Palestina.
Dalam keterangannya pada Minggu (9/11/2025), Prof. Sudarnoto menegaskan bahwa tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza harus menjadi perhatian serius dunia internasional. “Tragedi genosida dan kekejaman massal yang terus dilakukan terhadap rakyat Palestina, khususnya di Gaza, telah menewaskan puluhan ribu warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak. Jutaan lainnya terpaksa mengungsi dalam kondisi kelaparan dan blokade, sementara infrastruktur vital seperti rumah sakit, sekolah, serta rumah ibadah hancur,” ujarnya.
Empat Komitmen Utama untuk Palestina
Konferensi Jakarta ini juga menghasilkan empat komitmen utama untuk memperkuat solidaritas Asia-Pasifik bagi Palestina, yaitu:
1. Meningkatkan koordinasi diplomatik di PBB serta forum multilateral, regional, dan bilateral lainnya.
Baca juga : Cuannya Gede, Ketua MPR Dorong Anak Muda Jadi Peternak Sapi
2. Mendorong diplomasi antar-parlemen yang lebih aktif guna memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
3. Memperkuat kerja sama kemanusiaan, termasuk bantuan medis, pendidikan, dan rekonstruksi.
4. Bersatu hingga genosida dihentikan, keadilan ditegakkan, dan rakyat Palestina meraih kemerdekaan penuh dengan Yerusalem sebagai ibu kota.
“Dalam persatuan dan solidaritas, dari Asia-Pasifik untuk Palestina, kami nyatakan komitmen tak tergoyahkan untuk keadilan, martabat, dan kebebasan,” pungkas Sudarnoto.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya