Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pasca Ledakan Di New Delhi & Islamabad
India-Pakistan Saling Curiga
Kamis, 13 November 2025 05:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dua ledakan besar mengguncang India dan Pakistan dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Insiden yang menewaskan puluhan orang itu, memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan di antara kedua negara jiran di Asia Selatan ini.
Ledakan pertama terjadi di dekat Benteng Merah (Red Fort), salah satu situs bersejarah di jantung Kota New Delhi, Senin (10/11/2025). Sebuah mobil meledak di persimpangan dekat stasiun metro, menewaskan 13 orang dan melukai puluhan lainnya.
Kurang dari sehari, Selasa (11/11/2025), sebuah bom bunuh diri mengguncang area depan gedung pengadilan distrik Islamabad, Pakistan. Ledakan tersebut menewaskan 12 orang dan melukai puluhan korban lainnya.
Kedua negara segera mengerahkan tim investigasi untuk mencari tahu dalang di balik serangan-serangan tersebut. Namun, suasana semakin panas setelah Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif dan Presiden Asif Ali Zardari menuding India berada di balik serangan di Islamabad, tanpa bukti yang jelas.
“Situasi semakin tegang. Kedua negara kini saling curiga,” ujar Ajai Sahni, Direktur Eksekutif Institute for Conflict Management di New Delhi, dikutip dari Straits Times, Rabu (12/11/2025).
Hubungan diplomatik India–Pakistan memang belum sepenuhnya pulih setelah pembunuhan 26 turis India di Pahalgam, Kashmir, April lalu. Insiden itu sempat memicu kontak senjata selama empat hari sebelum gencatan senjata diberlakukan.
Baca juga : Sabrina Chairunnisa, Umumkan Cerai Via Instagram, Saling Memuji
“Saya tidak yakin kedua negara akan langsung menuju konfrontasi terbuka seperti pasca insiden Pahalgam,” imbuh Sahni.
Menanggapi ledakan di Red Fort, Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi berjanji akan menindak tegas pelaku dan siapa pun yang terlibat dalam serangan tersebut.
“Saya pastikan konspirasi ini akan terungkap dan semua pelaku akan diadili,” tegas Modi saat kunjungan kerjanya ke Tibet, Selasa (11/11/2025).
Menteri Dalam Negeri India Amit Shah memastikan seluruh aparat keamanan telah dikerahkan untuk mengumpulkan bukti di lokasi kejadian. Polisi menyelidiki kasus ini berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Kegiatan Melanggar Hukum, regulasi antiteror.
Kejadian ini merupakan serangan terbesar di New Delhi sejak 2011, ketika bom tas kerja meledak di luar Pengadilan Tinggi Delhi dan menewaskan 15 orang. Kala itu, kelompok Indian Mujahideen dan Harkat-ul-Jihad-al-Islam dari Pakistan diduga terlibat.
Ledakan Terjadi Di Kawasan Wisata
Ledakan di Red Fort terjadi di kawasan wisata populer yang padat dengan pedagang kaki lima dan turis. Sehari setelah kejadian, sebagian toko di kawasan Chandni Chowk mulai buka kembali, meski suasana masih lengang.
Baca juga : Penindakan ETLE Di Jatim Melonjak 307%, Kakorlantas Pastikan Sistem Lancar
“Kalau ledakan itu terjadi di akhir pekan, korban pasti jauh lebih banyak,” kata Sanjay Bhargava, Presiden Asosiasi Pedagang Chandni Chowk.
Seorang pengunjung kuil Shri Digambar Jain Lal, Manish Barwal, mengaku ngeri melihat potongan tubuh korban yang beterbangan hingga ke halaman kuil.
Sementara, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi mengatakan, penyelidikan awal menunjukkan pelaku bom bunuh diri di pengadilan masuk dengan berjalan kaki dan menunggu sekitar 10–15 menit, sebelum meledakkan diri di dekat mobil polisi.
Beberapa jam sebelumnya, sebuah bom mobil juga meledak di sekolah militer di Waziristan Selatan, perbatasan Pakistan–Afghanistan. Tiga orang tewas dalam serangan tersebut, usai sejumlah orang tak dikenal dilaporkan masuk ke kompleks usai ledakan.
“Kami masih menyelidiki dari berbagai sudut pandang,” ujar Naqvi.
Hingga kini, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas rangkaian serangan di India dan Pakistan.
Baca juga : Ada Cemaran Bakteri, 5 Depot Air Isi Ulang di Jaksel Disegel Satpol PP
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya