Dark/Light Mode

BSKLN dan APFC Teken MoU Kerja Sama Strategis Indonesia–Kanada Di Indo-Pasifik

Sabtu, 29 November 2025 08:33 WIB
Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab bersama Konsul Jenderal (Konjen) Indonesia di Vancouver Nina Kurnia Widhi melakukan kunjungan kerja ke kantor Asia Pacific Foundation of Canada (APFC) di Vancouver, Selasa (24/11/2025). (Foto: KBRI Ottawa)
Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab bersama Konsul Jenderal (Konjen) Indonesia di Vancouver Nina Kurnia Widhi melakukan kunjungan kerja ke kantor Asia Pacific Foundation of Canada (APFC) di Vancouver, Selasa (24/11/2025). (Foto: KBRI Ottawa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab bersama Konsul Jenderal (Konjen) Indonesia di Vancouver Nina Kurnia Widhi melakukan kunjungan kerja ke kantor Asia Pacific Foundation of Canada (APFC) di Vancouver, Selasa (24/11/2025).

Kunjungan ini untuk menyaksikan penandatanganan secara sirkuler Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara APFC dan Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri, Kementerian Luar Negeri RI (BSKLN Kemenlu). 

Penandatanganan tersebut menjadi tonggak baru dalam upaya memperdalam kerja sama strategis Indonesia–Kanada di kawasan Indo-Pasifik.

Dikutip dari keterangan tertulis Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ottawa, Kanada, Kamis (27/11/2025), Dubes Muhsin dan Konjen Nina diterima President & CEO APFC Jeff Nankivell  serta Director of Programs APFC Erin Williams. 

Kedua pihak membahas berbagai peluang untuk memperkuat hubungan antara Indonesia dan Kanada melalui jalur cendikiawan guna menjadi salah satu motor kerja sama akademik dan people-to-people contact.

Baca juga : INDODAX–HashKey Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Ekosistem Aset Digital

Dubes Muhsin menegaskan, kolaborasi Indonesia–Kanada saat ini berada pada momentum yang sangat strategis. Dia menyampaikan, kedua institusi perlu bergerak melampaui kerangka MoU dengan mengeksplorasi program konkret yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.

“APFC dan BSKLN perlu meningkatkan pemahaman public di masing-masing negara tentang nilai strategis kerja sama antara Indonesia-Kanada dengan menghasilkan publikasi berkala, termasuk artikel di media-media massa,” terangnya.

Dubes Muhsin menekankan, diversifikasi jejaring APFC dengan universitas-universitas di Indonesia juga penting sebagau pembuka ruang kolaborasi segitiga bersama pihak lainuntuk memperkuat dampak yang dihasilkan.

Jeff Nankivell mengakui adanya skeptisisme tersebut dan menyampaikan komitmen APFC untuk terus memperkuat engagement Kanada di kawasan.

Nankivell menyampaikan perkembangan implementasi strategi Indo-Pasifik Pemerintah Kanada, termasuk alokasi 24 juta dolar Kanada untuk lima tahun dalam rangka penguatan engagement Kanada dengan Asia. 

Baca juga : Peringkat FIFA Terbaru: Spanyol Teratas, Indonesia Di Posisi 122

“Dukungan tersebut mencakup pembukaan kantor APFC di Singapura yang dipimpin Regional Director, serta penyelenggaraan Canada–Asia Conference setiap tahunnya di bulan Februari,” ujarnya. 

APFC juga tengah memperluas jejaring kolaboratif melalui MoU dengan National University of Singapore (NUS), mendorong jaringan U15 Canada (15 universitas Kanada yang miliki keunggulan dalam hal penetilian) guna memberdayakan para alumninya di Asia. 

Hal itu termasuk melalui penguatan interaksi antarlembaga pemikir kawasan seperti Foreign Policy Community of Indonesia FPCI dan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia. 

Selain itu, APFC akan menggelar rangkaian kegiatan pra-konferensi di Jakarta pada 10 Desember 2025, serta di Manila, Filipina, dan Ho Chi Minh City, Vietnam.

Dalam sesi diskusi, Nankivell memaparkan program Kanada yang mendukung UMKM untuk mengekspor ke pasar Kanada melalui Trade Facilitation Office Canada (TFOC). 

Baca juga : APP Kenalkan Dua Proyek Karbon Berbasis Alam Indonesia Di COP30 Brazil

Sementara itu, Erin Williams memaparkan inisiatif “Asia Competence”, yaitu program peningkatan literasi masyarakat Kanada mengenai dinamika Asia dan peluang kemitraan.

Memperkuat pernyataan Dubes Muhsin, Konjen Nina menegaskan kembali kesiapan KJRI Vancouver, bersama KBRI Ottawa, untuk memfasilitasi kerja sama lebih lanjut, sekaligus mengundang APFC memperdalam engagement di Indonesia melalui riset, publikasi, dan kemitraan akademik.

Penandatanganan MOU antara BSKLN Kemenlu dan APFC merupakan tindak lanjut atas mandat Pernyataan Bersama Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Mark Carney yang dikeluarkan pada Kunjungan Presiden Prabowo ke Ottawa pada 24 September lalu. 

Kerja sama ini diharapkan menjadi katalisator berbagai program kemitraan antara Indonesia dan Kanada, yang tahun ini mamasuki tahun ke-73 sejak hubungan diplomatik keduanya pertama kali dijalin pada 1952.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.