Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Menlu Sugiono: RI–Pakistan Punya Ikatan Sejarah Panjang
Rabu, 10 Desember 2025 10:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan pentingnya memperkuat hubungan bersejarah antara Indonesia dan Pakistan.
Hal itu disampaikannya usai mendampingi lawatan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan pada 8–9 Desember 2025.
Menurut Menlu, pertemuan Presiden Prabowo dengan Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif serta Presiden Pakistan Asif Ali Zardari berlangsung produktif. Fokus pembicaraan adalah upaya meningkatkan kemitraan kedua negara yang telah terjalin selama puluhan tahun.
Baca juga : Misbakhun Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Sumatera Pasca-Bencana
“Kedua negara memiliki ikatan panjang sejak awal hubungan diplomatik yang kini memasuki usia 75 tahun. Dalam sejarahnya, Pakistan selalu mengingat Indonesia sebagai negara yang banyak membantu mereka pada masa awal kemerdekaan,” ujar Sugiono usai pertemuan, Rabu (9/12/2025).
Ia menambahkan, para pemimpin sepakat memperluas kerja sama, terutama di sektor ekonomi dan perdagangan. Nilai perdagangan kedua negara yang mencapai 4,5 miliar dolar AS (Rp 75 triliun) dinilai masih jauh dari potensi sebenarnya.
“Pakistan juga menyampaikan minat untuk meningkatkan impor minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dari Indonesia, dan kedua pihak akan mencari komoditas lain yang dapat memperkuat perdagangan bilateral,” katanya.
Baca juga : Orsap Dan Kader Gerindra Wajib Bantu Korban Bencana
Presiden Prabowo juga menyampaikan keinginan Indonesia untuk memperoleh dukungan tenaga pengajar, khususnya profesor dan ahli di bidang kedokteran. Pakistan diminta membantu penyediaan tenaga pengajar medis guna mendukung rencana pembangunan 30 universitas kedokteran.
“Dari pihak Pakistan, mereka juga membahas penyediaan tenaga kesehatan, termasuk dokter gigi,” ujar Menlu.
Pada siang harinya, Presiden Prabowo bertemu Presiden Asif Ali Zardari. Dalam pertemuan tersebut, Zardari menganugerahkan penghargaan Nishan-e-Pakistan kepada Presiden RI. Penghargaan itu merupakan tanda kehormatan tertinggi yang diberikan Pakistan kepada tokoh asing. Pertemuan ditutup dengan makan malam bersama, memperlihatkan keakraban antara para pemimpin kedua negara.
Baca juga : Jelang Lawan Persita, Malut United Manfaatkan Waktu Panjang
“Ini merupakan awal yang baik bagi peningkatan hubungan bilateral Indonesia–Pakistan,” kata Sugiono.
Terkait isu global, khususnya Palestina, kedua pemimpin menegaskan dukungan terhadap solusi dua negara. Indonesia dan Pakistan, yang sama-sama berada dalam New York Group, akan terus melakukan konsultasi bersama.
“Keduanya juga membahas perkembangan terakhir mengenai resolusi Dewan Keamanan PBB. Tujuan bersama tetap sama, yakni tercapainya perdamaian melalui solusi dua negara,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya