Dark/Light Mode

Gandeng CCG, KBRI Beijing Gelar Forum Think Tank Indonesia-China

Selasa, 16 Desember 2025 06:42 WIB
Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun (keempat kiri) bersama narasumber Forum Think Tank Indonesia-China, di Beijing, China, Selasa (9/12/2025). Forum ini bagian dari rangkaian peringatan 75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-China pada 2025. (Foto KBRI Beijing)
Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun (keempat kiri) bersama narasumber Forum Think Tank Indonesia-China, di Beijing, China, Selasa (9/12/2025). Forum ini bagian dari rangkaian peringatan 75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-China pada 2025. (Foto KBRI Beijing)

RM.id  Rakyat Merdeka - Center for China and Globalization (CCG) menyelenggarakan Forum Think Tank Indonesia-China, Selasa (9/12/2025). Forum bertajuk "Indonesia and China After 75 Years of Bilateral Relations: The Way Forward" ini bagian dari rangkaian peringatan 75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-China pada 2025.

Dalam sambutan pembukaannya, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada CCG atas kerja sama erat dengan KBRI Beijing.

“Selama 75 tahun, hubungan bilateral Indonesia-China telah berkembang menjadi salah satu kemitraan paling penting di kawasan ini,” ujar Dubes yang akrab disapa Djo itu.

Baca juga : Gandeng BTN, BPJS Ketenagakerjaan Mampang Gelar Sosialisasi MLT

Dubes Djo juga menyampaikan berbagai capaian sepanjang 2024– 2025. Seperti kunjungan Presiden Prabowo ke Beijing pada September 2025, kunjungan Ketua Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China (CPPCC) Wang Huning ke Jakarta pada awal Desember 2025, kunjungan Perdana Menteri China Li Qiang ke Indonesia pada Mei lalu, serta Pertemuan 2+2 Foreign and Defense Ministerial Dialogue pada April 2025.

“Rangkaian pertemuan tingkat tinggi ini mencerminkan dalamnya kepercayaan politik dari kedua negara dan menunjukkan komitmen bersama membawa hubungan bilateral ke level yang lebih tinggi dan strategis,” jelas diplomat berdarah Ambon itu.

Di bidang ekonomi, lanjutnya, hubungan kedua negara juga menunjukkan tren positif. Volume perdagangan kedua negara mencapai 147,79 miliar dolar AS (Rp 2.465 triliun) pada 2024. Pada periode Januari–Oktober 2025 mencapai 134,53 miliar dolar AS (Rp 2.231 triliun).

Baca juga : Greenwoods Raih Rising Star Developer Di Ajang Properti Indonesia Award 2025

Investasi China di Indonesia pada 2024 mencapai 8,1 miliar dolar AS, sementara Hong Kong 8,2 miliar doalr AS. Tahun ini, kedua negara juga memperkuat kerja sama keuangan melalui peningkatan Local Currency Settlement (LCS) menjadi Local Currency Transactions (LCT).

Sementara itu, hubungan antar-masyarakat terus berkembang pesat. Pada 2024, sekitar 1,2 juta wisatawan China mengunjungi Indonesia dan dalam periode Januari–Oktober 2025 tercatat 1.135.556 wisatawan.

Presiden CCG Henry Wang Huiyao menyampaikan, pertukaran antar-think tank dan interaksi masyarakat juga kunci bagi perkembangan hubungan bilateral yang stabil dan berkelanjutan. CCG akan terus memberikan rekomendasi kebijakan yang konstruktif kepada kedua Pemerintah dan semua sektor masyarakat melalui platform dialog Jalur II, dan membantu kerja sama China-Indonesia berkembang ke arah yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Baca juga : KBRI Oslo Gelar Resepsi HUT RI Ke-80 Dan 75 Tahun Hubungan Indonesia–Norwegia

Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda yang menjadi pembicara kunci menegaskan, meski hubungan diplomatik baru Indonesia-China telah 75 tahun, interaksi antarmasyarakat kedua bangsa telah berlangsung sejak lebih dari seribu tahun.

Wirajuda juga mengatakan, tugas ke depan yang kiranya menjadi perhatian, yaitu meningkatkan kualitas kemitraan, beranjak dari dialog menuju saling pengertian, dari kerja sama menuju kepercayaan dan dari koeksistensi menuju komunitas.

Forum itu menghadirkan sejumlah tokoh dan pakar terkemuka dari Indonesia dan China serta terbagi dalam dua panel utama. Para pembicara menekankan pentingnya memperkuat kerja sama bilateral dalam menghadapi tantangan global. Termasuk ketidakpastian geopolitik, persaingan ekonomi, perubahan iklim, serta perkembangan arsitektur regional. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.