Dark/Light Mode

Mantan Perdana Menteri Bangladesh Khaleda Zia (80 Tahun) Wafat

Selasa, 30 Desember 2025 12:00 WIB
Khaleda Zia/AP Photo/Saurabh Das
Khaleda Zia/AP Photo/Saurabh Das

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri perempuan pertama Bangladesh wafat, setelah sakit berkepanjangan di sebuah rumah sakit di Dhaka.

Khaleda Zia, Perdana Menteri wanita pertama Bangladesh dan tokoh penting dalam politik negara itu yang terus bergejolak, wafat pada usia 80 tahun setelah sakit berkepanjangan. Demikian seperti diungkap partainya, Partai Nasionalis Bangladesh (BNP).

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (30/12/2025), Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) menyatakan, Khaleda meninggal pada pukul 6 pagi waktu setempat (00:00 GMT). “Pemimpin nasional kita tercinta telah tiada. Kami berdoa untuk pengampunan jiwanya dan meminta semua orang untuk mendoakan arwahnya,” kata BNP, seperti dikutip Aljazeera.

Baca juga : Bangkitkan Ekonomi, 5 Menteri Blusukan Ke Mall

Khaleda wafat di Rumah Sakit Evercare di Dhaka, tempat dia dirawat pada 23 November dengan gejala infeksi paru-paru, menurut The Daily Star, sebuah situs berita Bangladesh.

Dokter mengatakan, dia menderita sirosis hati stadium lanjut, artritis, diabetes, serta masalah dada dan jantung.

Wafatnya Khaleda menutup babak yang membentang lebih dari tiga dekade di mana dia dan saingannya Sheikh Hasina — yang dikenal sebagai "begum yang saling bersaing" (battling begums) — mendominasi politik Bangladesh.

Baca juga : Mendikdasmen Serukan Semangat untuk Bangkit Pulihkan Roda Pendidikan di Sumatera

Begum’ adalah gelar kehormatan dari Asia Selatan dan Tengah untuk perempuan terhormat, bangsawan, atau pemimpin, setara dengan "Nyonya" atau "Putri".

Hasina, yang dipaksa mundur dari kekuasaan tahun lalu dan dijatuhi hukuman mati secara in absentia karena tindakannya yang keras terhadap demonstran mahasiswa, kini berada di pengasingan di India.

Pemimpin sementara Bangladesh, Muhammad Yunus, menyatakan "kesedihan mendalam" atas wafatnya Khaleda dalam sebuah pernyataan pada aplikasi X.

Baca juga : Bintang Preman Pensiun Epy Kusnandar Meninggal Dalam Usia 61 Tahun

Yunus menyebut perdana menteri tiga kali itu sebagai "simbol gerakan demokrasi" di Bangladesh dan mengatakan, "seluruh bangsa Bangladesh telah kehilangan seorang pelindung yang hebat. Saya sangat sedih dan berduka atas kematiannya," tambahnya. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.