Dark/Light Mode

Travel Warning, Inggris Ingatkan Warganya Tak Wisata Gunung Api Di Indonesia

Selasa, 30 Desember 2025 19:47 WIB
Foto: dok. gov.uk
Foto: dok. gov.uk

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Inggris mencantumkan Indonesia ke dalam daftar 226 negara atau teritorial yang tidak boleh dikunjungi oleh warganya, dengan alasan keamanan dan keselamatan. Terutama, yang terkait cuaca ekstrem dan bencana alam.

“Asuransi perjalanan Anda dapat dibatalkan, jika Anda tidak mengikuti saran dari Kantor Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan (FCDO),” tulis FCDO dalam situs resminya, dikutip Selasa (30/12/2025).

Baca juga : Pramono Imbau Warga Jakarta Tidak Nyalakan Kembang Api Saat Pergantian Tahun

Dalam situs resminya, FCDO mengimbau warganya agar tidak melakukan perjalanan ke sejumlah gunung berapi di Indonesia. Berikut rinciannya:

  1. Gunung Lewotobi Laki-Laki di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga jarak 7 km dari kawah.
  2. Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, hingga jarak 5 km dari kawah.
  3. Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat, hingga jarak 3 km dari kawah.
  4. Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, hingga jarak 5 km dari kawah. Sebelah tenggara Gunung Semura hingga jarak 500 meter dari Besuk Kobokan mana pun, sejauh 13 km dari kawah.
  5. Gunung Ruang di Provinsi Sulawesi Utara, hingga jarak 7 km dari kawah.
  6. Gunung Ibu di Provinsi Maluku Utara, hingga jarak 7 km dari kawah.

Pemerintah Inggris juga mengingatkan warganya untuk berhati-hati jika mengunjungi wilayah Aceh, Sulawesi Tengah – terutama di Palu, Poso, dan Tentena -, Kepulauan Maluku – terutama Pulau Ambon dan Pulau Haruku -, serta Papua. Sebab, wilayah tersebut dinilai rawan kekerasan dan kerusuhan.

Baca juga : Setan Merah Tersungkur, Aston Villa Mantap Di 3 Besar

Situs resmi FDCO juga mengumumkan, Pemerintah Inggris tidak memiliki kehadiran tetap di wilayah Papua. Dukungan untuk warga negara Inggris dikelola dari jarak jauh dari Jakarta.

“Fasilitas rumah sakit di wilayah tersebut terbatas. Jika Anda membutuhkan perawatan medis darurat, kemungkinan besar Anda akan dievakuasi secara medis ke Darwin di Australia,” demikian pemberitahuan FDCO.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.