Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pramono Imbau Warga Jakarta Tidak Nyalakan Kembang Api Saat Pergantian Tahun
Selasa, 23 Desember 2025 06:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau masyarakat Ibu Kota untuk tidak menyalakan kembang api maupun petasan saat perayaan malam pergantian tahun. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinan terhadap sejumlah wilayah di Sumatra dan daerah lain yang terdampak bencana alam.
Dalam keterangannya, Pramono secara langsung meminta masyarakat yang masih berencana menyalakan kembang api atau petasan untuk meniadakannya pada perayaan tahun baru kali ini.
Baca juga : Gubernur Pramono Imbau Perayaan Tahun Baru 2026 Di Jakarta Tanpa Kembang Api
“Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian, saya sebagai Gubernur Jakarta mengimbau masyarakat yang masih berkeinginan bermain kembang api maupun petasan untuk meniadakannya kali ini," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (22/12/2025).
Pramono menjelaskan bahwa peristiwa bencana yang terjadi di Sumatra dan sejumlah daerah lain membutuhkan keprihatinan bersama dari seluruh elemen bangsa, termasuk warga Jakarta.
Baca juga : Jakarta Great Sale Semarakan Libur Natal Dan Tahun Baru 2026
“Mengingat peristiwa yang terjadi di Sumatra dan beberapa daerah lain yang memerlukan keprihatinan kita," terang Pramono.
Meski tanpa kembang api dan petasan, Pramono berharap esensi perayaan pergantian tahun tetap dapat dirasakan oleh masyarakat Jakarta dengan cara yang lebih sederhana dan bermakna.
Baca juga : Warga Lingkar Tambang Apresiasi KLH, Harap DPM Bisa Beroperasi Kembali
“Mudah-mudahan ini tidak mengurangi esensi kita dalam menyambut tahun baru," ujar Pramono.
Ia kembali menegaskan imbauan tersebut dengan harapan masyarakat dapat memahaminya sebagai bentuk kepedulian dan empati sosial, bukan sebagai pembatasan semata.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya