Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Serangan Skala Besar
Trump Umumkan, AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro & Istri
Sabtu, 3 Januari 2026 18:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan, pihaknya telah menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores dalam serangan skala besar terhadap Venezuela, Sabtu (3/1/2026).
Sementara CBS News melaporkan, Maduro dan istrinya ditangkap oleh Delta Force Angkatan Darat AS, yang merupakan unit kontra terorisme utama militer AS.
“Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela. Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, telah ditangkap dan diterbangkan keluar negeri,” tulis Trump via Truth Social, Sabtu (3/1/2026).
Namun, Trump tidak merinci bagaimana Maduro dan istrinya ditangkap atau ke mana mereka dibawa. Trump hanya mengatakan, pihaknya akan menggelar konferensi pers di Mar-a-Lago, Florida pada Sabtu (3/1/2025) pukul 11 waktu setempat.
Tak Ada Tindakan Lanjutan
Baca juga : SBY Yakin, Presiden Sudah Kerja Maksimal
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperkirakan, pemerintahan Trump tidak akan melakukan tindakan lanjutan terhadap Venezuela, setelah penangkapan Nicolas Maduro. Hal ini diungkap Senator Partai Republik Mike Lee lewat platform X.
Mike Lee mengonfirmasi penangkapan Maduro yang akan diadili atas dakwaan pidana di AS, setelah melakukan percakapan telepon dengan Rubio.
“Rubio memperkirakan tidak akan ada tindakan lebih lanjut di Venezuela, setelah Maduro berada dalam tahanan AS,” kata Senator Lee.
Bukti Masih Hidup
Merespons situasi ini, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan, saat ini pihaknya tidak mengetahui di mana Maduro dan Flores berada. Dia meminta pemerintah AS untuk memberikan bukti bahwa Maduro dan istrinya masih hidup.
Baca juga : SBY: Penanganan Bencana Itu Kompleks, Cara & Gaya Presiden Tak Selalu Sama
Sementara Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan pasukan militer di seluruh negeri.
Dalam pidato video berbahasa Spanyol, Padrino López menyerukan persatuan dalam menghadapi perlawanan terhadap agresi terburuk yang pernah dialami Venezuela. Dia memastikan, Venezuela mengikuti perintah Maduro untuk mengerahkan seluruh angkatan bersenjata.
“Mereka telah menyerang kita, tetapi mereka tidak akan menundukkan kita,” ujarnya, seperti dikutip BBC.
Washington sebelumnya mengiming-imingi duit 50 juta dolar AS kepada siapa pun yang dapat memberikan informasi penting untuk penangkapan Maduro, yang telah lama dituduh AS sebagai pemimpin organisasi perdagangan narkotik internasional. Sementara hadiah 25 juta dolar AS ditawarkan untuk para tokoh lainnya seperti Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello dan Menteri Pertahanan Vladimir Padrino López.
Baca juga : Gubernur SDK Ungkap Dampak Pemotongan Dana Transfer 330 Miliar
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya