Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Jelang Kunjungan Presiden Korsel Ke China, Korut Tembakkan Rudal
Senin, 5 Januari 2026 04:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Korea Utara (Korut) menembakkan beberapa rudal balistik dari Ibu Kota Pyongyang ke arah laut di pantai timur sekitar pukul 07.50 waktu setempat, Minggu (4/1/2026). Hal ini dilakukan Korut jelang kunjungan Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung ke China.
Melansir Channel News Asia (CNA), informasi ini dibagikan militer Korsel dalam sebuah pernyataan. Tembakan tersebut mengarah ke wilayah Korsel dan Jepang, meski tidak secara jatuh ke kedua wilayah dua negara tersebut.
Militer Korsel meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan, sambil berbagi informasi secara dekat dengan Amerika Serikat (AS) dan Jepang.
“Militer kami telah meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan sebagai persiapan untuk peluncuran lebih lanjut,” ungkap sebuah pernyataan Kepala Staf Gabungan Korsel, Jepang dan AS.
Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, rudal-rudal tersebut diperkirakan sudah jatuh. Sebelumnya, Korut terakhir kali menguji rudal balistik pada bulan November 2025.
Baca juga : Pengamat Nilai Kunjungan Mendagri Percepat Penanganan Bencana Sumatera
Peluncuran pertama rudal balistik Korut dalam dua bulan ini terjadi saat Presiden Korsel Lee Jae Myung akan melakukan kunjungan kenegaraan ke China. Kunjungan dijadwalkan berlangsung selama 4 hari, yakni 4-7 Januari 2026
Seoul menyatakan, perdamaian di Semenanjung Korea akan menjadi topik pembahasan. Penasihat Keamanan Presiden Korsel Lee Jae Myung, Wi Sung-lac mengatakan, Korsel berharap Beijing dapat berperan dalam mempromosikan perdamaian di Semenanjung Korea.
Agenda Lee termasuk membujuk China memfasilitasi dialog dengan Korut. Meski upaya pen¬dekatan sebelumnya oleh Lee telah ditolak oleh Pyongyang.
Wi menambahkan, selama pertemuan puncak hari Senin, Lee dan Presiden China Xi Jinping akan mengadakan pembicaraan mendalam tentang cara substantif untuk menangani isu keamanan dan ekonomi yang dihadapi kedua negara.
Menjelang perjalanannya, Lee melakukan wawancara dengan televisi negara China, CCTV. Lee berharap, masyarakat memahami bahwa pemerintahannya peduli terhadap hubungan antara Beijing dan Seoul.
Baca juga : Perjuangan Kirim Bantuan ke Kp Sekumur Aceh Tamiang, Membelah Sungai Penuh Buaya
Lee mengakui adanya kerja sama antara Seoul dengan AS, sekutu militernya. Namun menurutnya, itu tidak berarti hubungan Korsel-China harus bergerak menuju konfrontasi. Dia juga mengakui bahwa kesalahpahaman di masa lalu an¬tara negaranya dan China telah menghambat hubungan bilateral.
“Kunjungan ke China untuk meminimalkan atau menghilangkan kesalahpahaman atau kontradiksi di masa lalu, untuk meningkatkan dan mengembangkan hubungan Korsel-China ke tahap yang baru,” jelas Lee.
Di waktu yang sama, Pemimpin Korut Kim Jong-un melakukan kunjungan ke pabrik amunisi, serta menyerukan peningkatan kapasitas produksi senjata berpemandu taktis lebih dari dua kali lipat.
Dalam beberapa minggu terakhir, Kim juga mengunjungi pabrik senjata lain dan kapal selam bertenaga nuklir. Dia juga mengawasi uji coba rudal menjelang Kongres Partai Buruh Korea Utara ke-9.
Baca juga : ”Saya Tinggal Sendiri Pak, Tolong Segera Perbaiki Kampung Kami...”
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya