Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wamenkes RI Ke China, Jajaki Kerja Sama Digital Health Dan AI Medis
Rabu, 21 Januari 2026 11:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Kesehatan Indonesia Benjamin Paulus Octavianus melakukan kunjungan kerja ke China pada 15–18 Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan memperkuat kerja sama di bidang kesehatan antara kedua negara.
Fokus kerja sama tersebut mencakup riset dan penelitian laboratorium, sistem informasi kesehatan, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) medis, pendidikan, pengembangan fasilitas kesehatan, serta standardisasi industri alat kesehatan.
Dari keterangan tertulis Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Shanghai, China, Rabu (21/1/2026), kunjungan kerja tersebut mencakup tiga kota, yaitu Xuzhou (Provinsi Jiangsu), Hefei (Provinsi Anhui), dan Hangzhou (Provinsi Zhejiang).
Baca juga : Kontra Narasi Jajaki Kerja Sama Riset Dan Keamanan Dengan Sejumlah Lembaga
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Wamenkes dan rombongan melakukan pertemuan dengan berbagai mitra strategis di bidang kesehatan digital dan teknologi medis.
Salah satu hasil penting dari kunjungan kerja ini adalah penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Xuzhou Medical University (XZMU) mengenai Pembentukan Laboratorium Bersama China–Indonesia untuk Kedokteran Digital dan Kesehatan Proaktif.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Pemerintah RI dan Pemerintah China di bidang kesehatan dan standardisasi medis. Nota kesepahaman telah ditandatangani pada 9 November 2024 di Beijing dan disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping.
Baca juga : Dubes RI Untuk China Djauhari Oratmangun Rayakan Natal & Tahun Baru Bareng WNI
Wamenkes Benjamin menyampaikan, kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat transformasi sistem kesehatan nasional melalui penguatan riset serta pemanfaatan teknologi digital dan AI medis yang aman, terstandar, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Kerja sama ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan sistem kesehatan digital dan penerapan AI medis yang bertujuan meningkatkan kualitas dan akses layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi Indonesia juga meninjau langsung penerapan teknologi AI dalam layanan kesehatan primer serta pengembangan alat diagnostik tuberkulosis berbasis Tes Cepat Molekuler (TCM).
Baca juga : Rayakan HUT Ke-65, Jasa Raharja Tegaskan Komitmen Pelayanan Cepat Dan Berempati
Pemerintah Indonesia mendorong terjadinya alih teknologi dan penguatan industri alat kesehatan dalam negeri, termasuk rencana pengembangan fasilitas produksi TCM di Indonesia.
Kunjungan kerja ini diharapkan dapat membangun fondasi kerja sama Indonesia–China yang berkelanjutan dalam pengembangan inovasi kesehatan berbasis teknologi digital, sekaligus memperkuat kapasitas riset nasional guna mendukung prioritas pembangunan kesehatan, termasuk percepatan eliminasi tuberkulosis dan penguatan layanan kesehatan primer.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya