Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Gabung Dewan Perdamaian, Prabowo Seirama Dengan Trump
Sabtu, 24 Januari 2026 07:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia resmi menyatakan bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Keputusan ini menandai langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang dinilai seirama dengan inisiatif perdamaian yang digagas Trump.
Bergabungnya Indonesia ditandai dengan penandatanganan piagam Dewan Perdamaian Gaza. Prosesi tersebut berlangsung dalam suasana formal di sela gelaran World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Sebagai pemimpin inisiatif, Trump memanggil satu per satu kepala negara dan kepala pemerintahan untuk membubuhkan tanda tangan pada piagam. Prabowo maju bersama Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban. Ketiganya duduk bersebelahan dan saling berjabat tangan.
Prabowo kemudian menandatangani dokumen yang tersimpan dalam map berwarna krem, sementara Trump memperhatikan proses tersebut dengan saksama. Usai penandatanganan, Trump kembali menjabat tangan Prabowo sebelum Presiden RI itu beranjak menuju kursinya.
Momen menarik terjadi sesaat sebelum mereka duduk. Trump tiba-tiba melontarkan pujian terbuka kepada Prabowo dan Orban.
Baca juga : Temukan Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500, Tim SAR Sujud Syukur
“Mereka berdua adalah pria yang tangguh,” ujar Trump sambil menepuk pundak Prabowo.
Momen akrab Presiden Donald Trump menepuk pundak Presiden Prabowo. (Foto: BPMI Setpres)
Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan alasan Indonesia bergabung sebagai anggota Dewan Perdamaian Gaza. Menurutnya, keikutsertaan tersebut memungkinkan Indonesia berperan aktif dalam mendorong perdamaian di Palestina.
“Ini merupakan langkah konkret dalam upaya penyelesaian konflik di Gaza pada khususnya dan Palestina pada umumnya,” ujar Sugiono, seperti dikutip dari video yang diunggah akun @menlu_ri, Jumat (23/1/2026).
Ia menuturkan, tugas Dewan Perdamaian Gaza mencakup pengawasan administrasi, stabilitas keamanan, serta rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah Gaza yang akan dilakukan secara bertahap.
Keanggotaan Indonesia merupakan bentuk pengakuan dunia terhadap diplomasi Indonesia, serta terhadap posisi dan pandangan Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia. “Khususnya di kawasan tersebut,” ujar politisi Partai Gerindra itu.
Baca juga : Kahfi Adlan Hafiz: Keamanan Digital Belum Terjamin
Dewan Perdamaian Gaza juga akan berfungsi sebagai pengawas pemerintahan transisi Palestina yang menjalankan fungsi administrasi di Gaza. “Partisipasi Indonesia di Dewan Perdamaian ini adalah langkah strategis, konstruktif, dan konkret dalam mendukung kemerdekaan Palestina,” lanjutnya.
Sugiono berharap, setelah pembentukan Dewan Perdamaian, perbatasan Rafah dapat segera dibuka sebagai jalur bantuan kemanusiaan, dengan target waktu sekitar satu minggu ke depan. Selain itu, Dewan Perdamaian Gaza juga berencana membentuk International Stabilization Force untuk membantu mewujudkan stabilitas di Gaza.
“Badan ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan PBB. Ini adalah badan internasional yang lahir dari kepedulian bersama untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas, khususnya di Gaza. Oleh karena itu, Indonesia memutuskan untuk bergabung,” tegas Sugiono.
Keputusan Prabowo tersebut mendapat dukungan dari DPR. Anggota Komisi I DPR Amelia Anggraini menilai peran Indonesia semakin kuat karena Prabowo menjalankan diplomasi yang aktif, bermartabat, serta berorientasi pada stabilitas nasional, kawasan, dan global.
Amelia menilai Indonesia memiliki keuntungan sebagai negara dengan politik luar negeri bebas aktif, sehingga mampu menjembatani ketegangan antarnegara.
Baca juga : Hendrawan Supratikno: Bisa Kurangi Aneka Bentuk Penyimpangan
“Kita memandang setiap forum perdamaian internasional sebagai ruang strategis untuk memperjuangkan dialog, penyelesaian konflik secara damai, penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta perlindungan warga sipil sesuai hukum internasional,” ujarnya.
Ia berharap Indonesia tetap menjaga posisi independen, kritis, dan solutif.
Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menegaskan, Indonesia tidak sedang menempatkan diri di bawah pengaruh Amerika Serikat. Menurutnya, Indonesia justru dapat mengimbangi dominasi kekuatan mana pun, termasuk AS, dengan perspektif Global South.
“Langkah ini bukan sekadar mengikuti arus Amerika, melainkan strategi agar Indonesia berada di meja perundingan internasional dan dapat menyuarakan kepentingan rakyat Palestina secara langsung,” ujar politisi Partai Golkar itu. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya