Dark/Light Mode

Dubes Teuku Faizasyah Berbincang Dengan Penerima Beasiswa KNB

Senin, 26 Januari 2026 04:09 WIB
Dubes Teuku Faizasyah (tengah) dan Tchello Kasse (kanan) di Kedutaan Besar Republik Indonesia 
(KBRI) di Oslo, Norwegia, Rabu (21/1/2026). (Foto KBRI Oslo)
Dubes Teuku Faizasyah (tengah) dan Tchello Kasse (kanan) di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Oslo, Norwegia, Rabu (21/1/2026). (Foto KBRI Oslo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Norwegia Teuku Faizasyah menerima kunjungan Tchello Kasse di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Oslo, Rabu (21/1/2026). Tchello adalah Warga Negara (WN) Mali, alumni penerima beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) program Pemerintah Indonesia.

Awalnya, Dubes Indonesia untuk Senegal Ardian Wicaksono mengabari Dubes Faizasyah mengenai keberadaan Tchello yang sedang menempuh program Doktor (PhD student) di Norwegian University of Life Sciences (NMBU). Studi S-3nya fokus pada isu lingkungan dikaitkan dengan studi pembangunan (International Environment and Development Studies - Noragric)

. “Dalam perbincangan kami, jelas Indonesia meninggalkan kesan yang mendalam bagi Tchello,” ujar Dubes Faizasyah kepada Rakyat Merdeka, Jumat (23/1/2026).

Tchello mengenang mengenai keramah-tamahan dan suasana kekeluargaan selama dia di Tanah Air.

Baca juga : Kisah Alumni Beasiswa KNB Asal Mali Dan Jejak Soft Power Indonesia Di Norwegia

“Bahkan dia masih terus menjaga komunikasi dengan ibu kosnya di Yogyakarta, yang sudah dia anggap seperti ibu kedua,” tutur Dubes Faizasyah yang merangkap tugas sebagai Dubes untuk Islandia.

Tchello juga rindu mencicipi masakan Indonesia, khususnya rendang daging.

Menurut Dubes Faizasyah, kesan positifnya mengenai Indonesia akan menjadi topik menarik pada saat Tchello berinteraksi di Norwegia.

Pada kurun 2016 hingga 2019, Tchello bermukim di Yogyakarta. Setahun untuk menjalani pembelajaran Bahasa Indonesia dan dua tahun menjalani program Master (S-2) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Baca juga : Kemenkop dan Kemensos Teken MoU Pemberdayaan Keluarga Penerima Manfaat

“Bangga mendengar cerita Tschello,” ucap Diplomat lulusan Universitas Padjadjaran ini.

Ada 11 penerima beasiswa KNB asal Mali seangkatan dengan Tchello. Dua orang di antaranya tengah menjalani program S-3 di Norwegia dan Rusia. Satu orang menjalani program S-2 di China. Selain itu, delapan alumni penerima beasiswa KNB lainnya memilih berkarier di Mali sebagai dosen, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan ada juga ada yang berkiprah di sektor pertambangan.

“Dari program KNB, para penerima beasiswa menjadi lebih mumpuni dan siap membangun karier,” kata Tchello.

“Kami jadi jauh lebih yakin pada kemampuan kami dalam berkiprah di berbagai sektor,” imbuhnya.

Baca juga : Dewan Perdamaian Gaza Amputasi PBB

Beasiswa KNB merupakan salah satu instrumen diplomasi soft power Indonesia yang ditujukan bagi masyarakat negara berkembang dari berbagai belahan dunia.

Sesuai kualifikasi, mereka dapat memilih cabang keilmuan yang diminati di berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang terafiliasi dengan program KNB.

Selain KNB, Indonesia punya program beasiswa kebudayaan (Dharmasiswa) yang ditawarkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri.

“Mereka merupakan mitra perwakilan Indonesia di luar negeri dalam menyampaikan kabar positif mengenai Indonesia,” pungkas Dubes Faizasyah, terkait para penerima beasiswa tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.