Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Trump Tekan Negara Mitra Dagang Iran Dengan Tarif 25%
Selasa, 13 Januari 2026 10:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam setiap negara yang masih nekat menjalin hubungan dagang dengan Iran akan dijatuhi tarif 25 persen. Kebijakan ini berlaku efektif seketika.
Pengumuman itu disampaikan Trump melalui platform media sosial di Truth Social dan diposting ulang di akun X White House, Selasa(13/1/2026).
"Berlaku segera, setiap Negara yang melakukan bisnis dengan Republik Islam Iran akan membayar Tarif sebesar 25 persen atas setiap dan seluruh bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat. Perintah ini bersifat final dan konklusif. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!"
Belum jelas negara mana saja yang mungkin terdampak. Namun negara-negara besar seperti Rusia, China, Brasil, dan Turki melakukan perdagangan dengan Iran, yang telah dilanda protes anti-pemerintah dan kerusuhan yang meluas selama seminggu terakhir.
Irak dan Uni Emirat Arab juga merupakan mitra dagang penting, menurut database Trading Economics.
Baca juga : MIS Jakarta Torehkan Prestasi Gemilang di Bangkok International IPITEx 2026
Langkah Washington ini juga dipandang merupakan respons langsung AS terhadap gejolak internal di Iran yang kian memanas akibat gelombang protes besar-besaran.
Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA), layanan berita organisasi Aktivis Hak Asasi Manusia di Iran menyebutkan, sedikitnya 544 orang tewas dalam aksi demonstrasi selama 15 hari terakhir, termasuk delapan anak. Lebih dari 10.681 orang yang ditangkap, juga telah dipindahkan ke penjara.
Namun, CNN International tidak dapat memverifikasi secara independen angka korban jiwa yang dilaporkan HRANA. Iran telah terputus dari internet selama lebih dari 72 jam setelah pihak berwenang memutus akses internet dan saluran telepon.
Sebelumnya, Trump menyatakan akan bertindak usai korban demonstrasi Iran dilaporkan mencapai ratusan orang. Menurutnya, Pemerintah Iran telah berkomunikasi dengan AS.
"Rapat telah dijadwalkan, tetapi kami mungkin harus bertindak atas kejadian sebelum pertemuan," kata Presiden ke-45 dan ke-47 AS itu, dikutip Associated Press, Senin (12/1).
Baca juga : Menteri Imipas Mantapkan Arah Kinerja 2026 Dengan 15 Program Aksi
Dalam beberapa pekan terakhir, Trump juga meningkatkan tekanan terhadap Teheran dan mengancam akan melakukan serangan militer jika Negara Mullah gagal mematuhi tuntutan AS untuk menghentikan program nuklir dan militernya.
“Sekarang, saya mendengar bahwa Iran mencoba untuk membangun kembali, dan jika mereka melakukannya, kita harus menghancurkan mereka,” kata Trump kepada wartawan pada Desember.
“Kita akan menghancurkan mereka. Kita akan menghancurkan mereka habis-habisan. Tapi, semoga hal itu tidak terjadi,” imbuhnya.
Pada Juni, AS membom tiga fasilitas nuklir Iran sebagai bagian dari perang 12 hari yang dipicu Israel.
Kebijakan Agresif Trump 2026
Selain urusan dengan Iran, Trump telah memicu kontroversi besar dengan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dari negaranya, dan dijebloskan di penjara Brooklyn, New York, AS.
Baca juga : Manohara, Pacaran Dengan Vlogger Denmark
Secara sepihak dan penuh arogansi, Trump kemudian memproklamirkan dirinya sebagai Presiden sementara di negara Amerika Latin yang kaya minyak tersebut.
Ambisi ekspansionis Trump tidak berhenti di situ. Dia kembali menyuarakan keinginan untuk mengambil alih Greenland dari tangan Denmark. Alasan yang dikemukakan masih senada, yakni demi kepentingan keamanan nasional dari apa yang ia sebut sebagai "ancaman" dominasi China dan Rusia di wilayah kutub.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya