Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Catatan Dubes Teuku Faizasyah
Kisah Alumni Beasiswa KNB Asal Mali Dan Jejak Soft Power Indonesia Di Norwegia
Jumat, 23 Januari 2026 21:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pada 21 Januari 2026 yang lalu saya berkesempatan menerima Tchello Kasse asal Mali di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Oslo, Norwegia. Tchello adalah mantan penerima beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) Pemerintah Indonesia.
Keberadaan Tschello di Norwegia diinfokan Duta Besar Indonesia untuk Senegal, Dubes Ardian Wicaksono yang wilayah kerjanya juga merangkap Mali, salah satu negara di Afrika Barat.
Saat ini Tschello menempuh program Doktor (PhD student) di Norwegian University of Life Sciences (NMBU). Studi S-3 nya berfokus pada kajian mengenai isu lingkungan dikaitkan dengan studi pembangunan (International Environment and Development Studies - Noragric).
Selama tiga tahun, 2016 hingga 2019, Tchello bermukim di Yogyakarta. Setahun di antaranya untuk menjalani pembelajaran Bahasa Indonesia dan selanjutnya selama dua tahun menjalani program Master (S-2) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Sungguh membanggakan mendengar penuturannya bahwa dari total 11 penerima beasiswa KNB asal Mali di tahun yang sama, dua orang di antaranya tengah menjalani program S-3 di luar negeri (Norwegia dan Rusia) dan satu orang menjalani program S-2 di China.
Baca juga : Jumpa ABK Pesiar Asal Indonesia & Investor Norwegia
Selain itu, delapan mantan penerima beasiswa lainnya memilih berkarier di Mali di berbagai profesi. Ada yang sebagai dosen, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan ada juga ada yang berkiprah di sektor pertambangan.
Tchello juga menuturkan bahwa dari program KNB yang diikutinya, para penerima beasiswa menjadi lebih mumpuni dan siap membangun karir mereka. Program ini berhasil mengangkat harkat mereka sehingga lebih percaya diri untuk berkiprah di berbagai sektor.
Sejatinya, beasiswa KNB merupakan salah satu instrument diplomasi soft power Indonesia yang ditujukan bagi masyarakat negara berkembang dari berbagai belahan dunia. Sesuai kualifikasi, mereka dibolehkan memilih cabang keilmuan yang diminati di berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang terafiliasi dengan program KNB.
Sama halnya, program beasiswa kebudayaan (Dharmasiswa) yang ditawarkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia bagi generasi muda manca negara juga merupakan instrumen diplomasi soft power Indonesia.
Harapannya, setelah setahun belajar Bahasa Indonesia, seni dan kriya Indonesia, para peserta akan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif atas Indonesia.
Baca juga : APP Kenalkan Dua Proyek Karbon Berbasis Alam Indonesia Di COP30 Brazil
Mereka merupakan mitra perwakilan Indonesia di luar negeri dalam menyampaikan kabar positif mengenai Indonesia (good news on Indonesia) ke publik di negeri masing-masing. Tchello yang saat ini bermukim di Norwegia menjadi salah satu pemberi kabar positif tersebut.
Dalam perbincangan kami, tampak kesannya yang mendalam mengenai Indonesia, mengenai keramah-tamahan dan sifat kekeluargaan bangsa Indonesia. Bahkan, dia masih terus menjaga komunikasi dengan ibu kosnya di Yogja yang sudah dia anggap seperti ibu kedua.
Lebih jauh lagi dirinya menyatakan kerinduannya untuk kembali mencicipi masakan Indonesia, khususnya daging rendang. Kesan positif mengenai Indonesia ini, termasuk kuliner Indonesia kiranya akan menjadi topik menarik pada saat dia berinteraksi dengan warga Norwegia.
------
Teuku Faizasyah, Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia
Baca juga : Pengusaha Bakso Asal Tegal Puji Prabowo: Banyak Bantu Pekerja Migran Di Korea
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya