Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Penjara tidak selalu menjadi tempat yang mengerikan. Di Rio de Janeiro, Brazil, ada penjara yang memberikan wadah bagi para narapidana (napi) wanita menunjukkan bakat menyanyi.
Kompetisi tahun ketiga di penjara wanita bagian administrasi Rio ini mengusung tema “Harapan dan Emansipasi.” Jurinya terdiri dari aktor dan presenter televisi lokal David Brazil dan penyanyi Mauricio Mattar.
Di dalam aula serbaguna yang luas, lima belas peserta bergiliran bernyanyi sepenuh hati. Suara mereka bergema di atas panggung bertema ungu. Pe nonton yang terdiri dari petugas penjara, relawan dan sesama tahanan bertepuk tangan dan ikut bernyanyi bersama.
Baca juga : 28 Tahun Berkarya, Padi Reborn Siap Gelar Konser Dua Delapan di Senayan
Sekretaris Negara Bagian Rio urusan Administrasi Pemasyarakatan Maria Rosa Lo Duca Nebel mengakui, kegiatan ini menjadi hiburan tersendiri bagi para napi.
“Ini membantu meredakan ketegangan. Sistem penjara secara alami adalah lingkungan yang penuh tekananan meski ini unit perempuan,” ujar nya sebagaimana dikutip Associated Press (AP) News, Sabtu (24/1/2026).
Selain itu, kontes ini untuk meningkatkan rasa percaya diri bagi para peserta.
Baca juga : Persija Rekrut Paulo Ricardo, Bek Brazil Berpengalaman di Kompetisi Eropa
Musik dan seni dipandang sebagai bentuk pembebasan batin. Meski secara fisik mereka masih berada di balik jeruji.
Fernanda Fernandes Domingues (36) memenangkan hadiah utama. Dia merasa, musik adalah cara untuk member dayakan diri di masa menyedihkan selama berada di penjara.
“Saya bahkan tidak tahu harus berkata apa. Saya benar-benar bahagia,” katanya.
Baca juga : Petani Lansia Jago Main Drone
Sedangkan, Rilary Cristina Leite (31) biasa bernyanyi di bar, pesta dan gereja sebelum ditangkap enam tahun lalu. Dia dijadwalkan bebas dalam waktu kurang dari setahun.
“Ini terasa magis karena kami melakukan apa yang kami inginkan. Kami berada di penjara dan seni membebaskan kami,” ujar Leite, seraya menambahkan bahwa mimpinya adalah bernyanyi di festival Rock in Rio.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya