Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penjual Koran Terakhir Paris, Ali Akbar Dianugerahi Medali Kehormatan Prancis
Minggu, 1 Februari 2026 23:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prancis Emmanuel Macron menganugerahkan medali kehormatan Order Nationale du Merite untuk Ali Akbar (73) atas jasanya dalam bidang budaya dan peradaban Prancis. Dalam penghargaan tersebut, Ali Akbar menerima pangkat Chevalier atau Ksatria, sebagai bentuk pengakuan atas pengabdiannya selama puluhan tahun.
Ali Akbar diyakini sebagai penjual koran jalanan terakhir di Kota Paris. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan pengabdiannya hampir setengah abad kepada Prancis.
Macron menyerahkan penghargaan itu pada 28 Januari 2026 di Istana Elysée, Paris, Prancis. Presiden ke-25 Prancis itu rupanya juga pelanggan tetap Ali Akbar selama bertahun-tahun.
Ali Akbar menjual koran di jalan-jalan di kawasan Latin Quarter di Paris, Prancis. (Foto via RTE)
Order Nationale du Merite adalah salah satu medali penghargaan tertinggi Prancis yang diberikan kepada orang-orang yang berjasa di berbagai bidang. Penghargaan itu berada satu tingkat di bawah Legion d’Honneur (Legiun Kehormatan).
Dalam upacara di Istana Elysee, Macron memuji perjalanan hidup Ali Akbar, yang ia sebut sebagai “takdir luar biasa”. Pria berusia 70-an tahun itu datang ke Prancis dari Pakistan beberapa dekade lalu. Dan selama sekitar 50 tahun mengabdikan hidupnya sebagai penjual koran.
“Ali, terima kasih karena telah membawa kabar politik ke teras-teras kafe Paris dengan suara lantangmu, menghangatkan hati para pengunjung Café de Flore, Deux Magots, dan Brasserie Lipp,” ujar Macron, menyebut kafe-kafe ikonik ibu kota Prancis.
Baca juga : PDC Buka Bulan K3 2026, Tekankan Akuntabilitas dan Kepatuhan Pekerja
Dilansir RTE, dalam acara tersebut, Ali Akbar hadir didampingi keluarga besarnya.
Ali Akbar dikenal luas di kawasan Saint-Germain-des-Prés, wilayah elite Paris, sebagai sosok legendaris yang kerap menciptakan judul-judul sensasional untuk menarik pembeli. Dengan gaya rapi dan penuh semangat, ia telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan lingkungan itu.
Macron menyebut Ali Akbar sebagai bagian dari denyut kehidupan Paris dan simbol pers Prancis di ruang publik.
“Bahasa Prancis telah menjadi bahasa mu,” kata Macron.
“Memainkannya, menjadikannya milik Anda sendiri. Anda membawa dunia di tangan dan Prancis di hatimu.”
Presiden Prancis itu juga menilai, Ali Akbar sebagai contoh keberhasilan integrasi yang membuat Prancis “lebih kuat dan lebih membanggakan”. Menurut Macron, kisah hidup Ali Akbar memberi harapan di tengah dominasi kabar-kabar buruk.
Baca juga : Penyaluran Gas Bumi PGN Aman Dan Andal Selama Nataru
“Masih banyak kisah seperti Ali, tentang perempuan dan laki-laki yang meninggalkan kemiskinan demi memilih kehidupan lebih baik,” ujarnya.
Ali Akbar mengaku terharu menerima penghargaan tersebut. Ia bahkan sudah membayangkan seruan yang akan ia teriakkan di jalanan Paris.
“Saya ksatria! Saya berhasil!” ucapnya dengan senyum bangga.
Dahulu, Paris memiliki sekitar 40 penjual koran, tetapi kini Akbar menjadi satu-satunya yang tersisa di kawasan tersebut. Amina Qissi, pelayan di Latin Quarter yang mengenal Akbar lebih dari 20 tahun, mengatakan dia sudah menjadi legenda.
“Bahkan dinding pun bisa bercerita tentang Ali,” ujarnya sambil tertawa.
Ali Akbar datang ke Prancis untuk keluar dari kemiskinan dan mengirim uang bagi keluarganya di Pakistan. Ia sempat bekerja sebagai pelaut, lalu menjadi pencuci piring di sebuah restoran di Rouen.
Baca juga : Pemain Terbaik Liga India Ini Siap Buktikan Diri Bersama Persija
Takdirnya berubah ketika di Paris ia bertemu humoris Prancis Georges Bernier, yang memberinya kesempatan menjual koran satir Hara-Kiri dan Charlie Hebdo.
Meski kini menerima pensiun sekitar 1.000 euro per bulan, Ali Akbar masih setia berjualan koran setiap hari. Jika dulu ia bisa menjual 150 hingga 200 eksemplar per hari, kini rata-rata sekitar 30 koran masih laku di tangannya.
Ia mengaku belum berniat berhenti. “Saya akan terus menjual koran dan menghibur orang dengan lelucon saya,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya