Dark/Light Mode

Australia Bawa Misi Investor ke Jakarta, Bidik Sektor Hijau dan Digital

Rabu, 4 Februari 2026 21:47 WIB
Kunjungan misi investor Australia ke Indonesia. (Foto Kedubes Australia)
Kunjungan misi investor Australia ke Indonesia. (Foto Kedubes Australia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 19 investor terkemuka dan grup bisnis utama Australia berkunjung ke Jakarta pekan ini untuk memperdalam investasi dengan Indonesia, salah satu mitra terdekat Australia, di kawasan.

Kunjungan tersebut menjadi misi bisnis kelima ke Indonesia sejak Perdana Menteri Australia Anthony Albanese meluncurkan strategi "Invested: Australia’s Southeast Asia Economic Strategy to 2040" di Jakarta pada 2023.

Misi ini dipimpin oleh Utusan Khusus Australia untuk Asia Tenggara Nicholas Moore bersama Business Champion Australia untuk Indonesia Profesor Jennifer Westacott AC. Selama berada di Jakarta, para delegasi melakukan pertemuan dengan sejumlah menteri, Danantara, serta berbagai asosiasi bisnis dan perusahaan terkemuka.

Selain itu, delegasi turut berpartisipasi dalam Indonesia Economic Summit 2025 yang diselenggarakan Indonesia Business Council (IBC), termasuk menghadiri inaugurasi Indonesia–Australia Business Roundtable.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, delegasi juga bertemu dengan IBC dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) untuk membahas pemanfaatan Tinjauan Umum Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Australia (IA-CEPA).

Baca juga : Mendagri Australia Sambangi Indonesia, Fokus Ekstremisme Hingga Keamanan Siber

Pembahasan difokuskan pada upaya mendorong hubungan investasi di berbagai sektor prioritas, antara lain ekonomi hijau, digital, kesehatan, pendidikan, serta infrastruktur perkotaan.

Dalam misi ini, Australia turut meluncurkan edisi kedua publikasi "Invested: Indonesia to 2040-Opportunities and Pathways for Australian Investors". Publikasi yang dikembangkan bersama IBC tersebut memuat gambaran sektoral, studi kasus, serta informasi platform investasi regional yang didanai Pemerintah Australia untuk mempermudah dan memperluas akses investasi di Indonesia.

Pemerintah Australia juga mengoperasikan Investment Deal Teams yang berbasis di Jakarta, Singapura, dan Ho Chi Minh City. Didukung oleh jaringan perwakilan di seluruh Asia Tenggara, Deal Teams bekerja sama dengan pemerintah dan pelaku usaha untuk mengidentifikasi serta memfasilitasi peluang investasi luar negeri bagi investor Australia.

Inisiatif Deal Teams mengintegrasikan Australian Trade and Investment Commission (Austrade), Export Finance Australia, serta Department of Foreign Affairs and Trade. Austrade memimpin pelaksanaan inisiatif ini, dengan CEO Austrade Dr Paul Grimes turut serta sebagai anggota misi.

Menurut Grimes, meningkatnya perdagangan dan investasi dua arah dengan Asia Tenggara menghadirkan peluang luar biasa bagi bisnis Australia.

Baca juga : USDA Bidik Pasar Halal Di Indonesia

"Indonesia diprediksi akan menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada pertengahan abad ini. Australia ingin menjadi bagian dari kisah pertumbuhan yang ambisius ini. Keterlibatan ekonomi yang lebih besar akan membawa manfaat bagi kemakmuran Australia, Indonesia, dan kawasan yang lebih luas," katanya.

Misi investasi ini datang pada waktu yang tepat bagi Australia dan Indonesia untuk memperdalam hubungan ekonomi. Kedua negara membuka peluang perdagangan dan investasi bersama serta memperkuat kemakmuran dan ketahanan ekonomi.

Menurutnya, Pemerintah Australia juga berkomitmen untuk mendukung investor, melalui platform yang didanai pemerintah seperti dana utang Asia Pasifik senilai 175 juta dolar Australia dengan IFM Investors dan dana Plenary investasi kemitraan publik-swasta Asia Tenggara senilai 50 juta dolar Amerika Serikat.

Jennifer Scott menyampaikan bahwa dia merasa terhormat dapat memimpin misi bisnis kelima ke Jakarta ini. "Skala dan kualitas delegasi mencerminkan tingginya minat investor Australia terhadap Indonesia," katanya.

Saat ini, Australia merupakan sumber investasi langsung asing terbesar kesembilan bagi Indonesia. Banyak perusahaan Australia di Indonesia menciptakan lapangan kerja berkualitas tinggi, mentransfer teknologi, serta beroperasi dengan standar lingkungan yang tinggi.

Baca juga : Hujan Deras dan Banjir Ancam Jakarta, Pramono Izinkan Sekolah Daring dan WFH

"Indonesia tengah meningkatkan daya saing global dan menarik peluang investasi, dan Australia berada pada posisi yang tepat untuk mendukung tujuan pembangunan tersebut," imbuh Scott.

"Sebagai Business Champion, saya ingin memastikan semakin banyak perusahaan dan manajer investasi Australia memahami potensi pertumbuhan Indonesia serta berbagai platform dan mekanisme yang tersedia untuk memfasilitasi investasi asing,” harapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.