Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Film Indonesia “SORE” Buka Asia Pacific Film Festival 2026 di Swiss
Rabu, 11 Februari 2026 11:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Mengulang kesuksesan pekan Asia Pacific Film Festival (APFF) pertama yang diadakan pada 2025, tahun ini Kedutaan Besar dari 10 negara Asia Pasifik kembali menggelar APFF di Ibukota Swiss, Bern. Pemutaran film Indonesia “SORE: Istri dari Masa Depan" pada Senin (9/2/2026), sebagai kick-off rangkaian APFF 2026.
Sebanyak 330 penonton memenuhi Quinnie Cinema yang mayoritas merupakan warga lokal Swiss, pecinta Indonesia. Penyelenggaraan acara ini didukung penuh oleh Pemerintah Kota Bern, serta dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia yang mengantarkan film SORE ke tengah masyarakat publik di Swiss.
Kegiatan Pembukaan APFF secara resmi diawali dengan sambutan dari Wali Kota Bern Marieke Kruit. Wali Kota Bern menekankan bahwa APFF merupakan sarana strategis untuk menjembatani pemahaman antarbudaya antara masyarakat negara-negara Asia Pasifik dengan Swiss. Disampaikan pula bahwa film merupakan bahasa universal yang mampu melampaui batas budaya, tradisi, dan kebangsaan.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Swiss Ngurah Swajaya, sekaligus membuka secara resmi APFF tahun 2026.
“APFF merupakan wadah yang bermakna untuk memperkuat saling pengertian, solidaritas, dan rasa hormat antarbangsa. Film tidak hanya sekedar hiburan, namun juga medium refleksi yang membawa nilai kemanusiaan serta shared values lainnya yang dapat dipahami dan dirasakan bersama,” ujar Dubes Ngurah.
Baca juga : Indonesia Runner Up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Dari Iran
Penyelenggaraan APFF 2026 juga bertepatan dengan Peringatan 75 tahun Hubungan Diiplomatik Indonesia–Swiss, yang mengusung tema Trust, Innovation, Partnership.
“Selama lebih dari tujuh dekade, Indonesia dan Swiss telah membangun hubungan yang kokoh berdasarkan saling percaya, inovasi, dan kemitraan yang dilandasi nilai-nilai bersama,” lanjut Dubes Ngurah.

Pertukaran budaya melalui seni dan film merupakan salah satu pilar penting dalam memperkuat hubungan antar masyarakat, melampaui diplomasi formal, serta menjadi jembatan persahabatan yang terus hidup dan relevan. Pada kesempatan tersebut, secara khusus Dubes RI menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia yang terus mendukung promosi film nasional khususnya di kancah internasional.
Film “SORE: Istri dari Masa Depan” garapan sutradara muda Yandy Laurens, meraih 13 nominasi dan 10 penghargaan, serta kekuatan cerita yang bersifat universal dan relevan lintas budaya.
Acara pembukaan APFF 2026 juga dihadiri para Dubes dan Kepala Perwakilan negara-negara Asia Pasifik, antara lain Duta Besar Australia, India, Jepang, Pakistan, Filipina, dan Thailand. Turut hadir pula delegasi dari University of Applied Sciences and Arts Northwestern Switzerland (FHNW) yang dipimpin Dr. Teresa L. Freiburghaus, bersama para dosen dan mahasiswa.
Baca juga : Hajar Jepang, Indonesia Tantang Raja Asia Di Final Piala Asia Futsal
Sebagai penanda dimulainya rangkaian Asia Pacific Film Festival 2026, Dubes Ngurah Swajaya mengundang para Duta Besar dan Kepala Perwakilan dari negara-negara Asia Pasifik yang hadir untuk naik ke panggung dan memainkan alat musik tradisional Angklung, membawakan lagu “Ode to Joy” karya Ludwig van Beethoven.
Permainan angklung tersebut diiringi dan dipandu Stella, diaspora muda Indonesia, Wakil Direktur Angklung Padasuka.
“Permainan Angklung yang dimainkan secara kolektif ini sengaja dihadirkan untuk menjadi pesan harmoni, kebersamaan, dan kerja sama, yang merupakan nilai-nilai yang sejalan dengan semangat Asia Pacific Film Festival,” ujar Dahlia Kusuma Dewi, Kepala Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Bern.
Banyak di antara pemirsa menyampaikan kesan mendalam dan merasa tergugah oleh makna film SORE, khususnya makna cerita yang dinilai menggambarkan realitas kehidupan.
Selain pemutaran film SORE, Indonesia juga menyajikan kuliner khas Indonesia seperti lemper, arem-arem, dadar gulung, martabak telur, serta minuman khas Indonesia.
Baca juga : Gelar Jakarta Youth Film Festival 2026, DKI Didorong Jadi Kota Sinema
Asia Pacific Film Festival 2026 berlangsung pada 9-26 Februari 2026, menghadirkan film-film pilihan dari Indonesia, Australia, kawasan Pasifik, Vietnam, Republik Korea, Filipina, Thailand, India, Pakistan, dan Jepang.
Festival film ini menawarkan beragam kisah, mulai dari refleksi tentang kehidupan, isu-isu aktual, hingga narasi kuat tentang sejarah, identitas, dan budaya.
Penyelenggaraan festival juga membuktikan pentingnya soft power diplomacy dalam membangun persahabatan antarbangsa, khususnya melalui promosi film.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya