Dark/Light Mode

Rapat Perdana BoP Rampung, NCAG Kebanjiran Pelamar

Ribuan Warga Palestina Daftar Jadi Polisi Di Gaza

Sabtu, 21 Februari 2026 06:30 WIB
Seorang petugas polisi pemerintahan Hamas mengatur lalu lintas di Gaza City, 28 Januari 2026. Foto: Reuters
Seorang petugas polisi pemerintahan Hamas mengatur lalu lintas di Gaza City, 28 Januari 2026. Foto: Reuters

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah rampungnya rapat perdana Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian di Washington DC, Amerika Serikat (AS), Kamis (19/2/2026), persiapan pembentukan sistem keamanan baru di Jalur Gaza, Palestina, menunjukkan perkembangan signifikan. Komite Nasional Administrasi untuk Gaza atau National Committee for the Administration of Gaza (NCAG) telah menerima ribuan pendaftar untuk bergabung sebagai pasukan penjaga keamanan dan ketertiban di kepolisian.

Pembentukan sistem keamanan menjadi salah satu tantangan terbesar dalam proses transisi pascakonflik di Gaza. NCAG menyatakan melalui akun X bahwa proses rekrutmen terbuka bagi pria dan wanita yang memenuhi syarat dan ingin bertugas di kepolisian. Komite itu juga menyertakan tautan pendaftaran daring.

Syarat pendaftar, antara lain merupakan warga Gaza berusia 18–35 tahun, tidak memiliki catatan kriminal, serta dalam kondisi fisik yang prima.

Baca juga : DKI Gelar Mudik Gratis, Lusa Buka Pendaftaran

Utusan khusus AS untuk koordinasi pascaperang Gaza Nikolay Mladenov mengatakan, NCAG telah mengumpulkan lebih dari 2.000 pelamar warga Palestina dalam beberapa jam pertama setelah pendaftaran dibuka.

“Proses pemilihan dapat diikuti seluruh warga Palestina berusia 18–35 tahun. Terbuka bagi perempuan maupun laki-laki,” tulis pengumuman NCAG di akun X, Kamis (19/2/2026).

Mayor Jenderal Angkatan Darat AS Jasper Jeffers, yang ditunjuk sebagai komandan pasukan penjaga perdamaian multinasional untuk Gaza yang disahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan, pihaknya berencana melatih sekitar 12.000 petugas polisi untuk wilayah tersebut.

Baca juga : Davina Karamoy, Sapa Ardhito Pake Lirik Lagu Romantis

Terpisah, faksi Hamas juga mendorong kadernya mendaftar dalam struktur keamanan baru. Seorang petinggi Hamas mengatakan kepada Reuters bahwa mereka siap menyiapkan 10.000 pemuda untuk dilatih sebagai personel keamanan.

Penarikan pasukan Israel dan pelucutan senjata Hamas menjadi bagian dari skema yang diusulkan guna menciptakan stabilitas jangka panjang di Gaza.

Juru Bicara Hamas Hazem Qassem sebelumnya menyatakan kesiapan pihaknya menyerahkan Pemerintahan kepada NCAG.

Baca juga : Manchester City Vs Newcastle, Saatnya Pepet ArsenalĀ 

Sebagai informasi, Hamas memegang Pemerintahan di Gaza sejak 2007, menyusul kemenangan mereka dalam Pemilu 2006.

“Kami yakin NCAG akan beroperasi berdasarkan prinsip memanfaatkan personel berkualitas dan tidak menyalahgunakan hak siapa pun yang bekerja selama periode sebelumnya,” ujarnya, merujuk pada lebih dari 40.000 pegawai negeri sipil dan personel keamanan yang ada.

Namun, Israel secara tegas menolak keterlibatan Hamas dalam pengelolaan masa depan Gaza.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.