Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Amerika-Israel Serang Iran, Perang Dunia III Di Depan Mata
Minggu, 1 Maret 2026 07:50 WIB
Sebelumnya
Warga UEA, seperti dilansir AFP, menuturkan bahwa mereka mendengar suara ledakan keras di ibu kota Abu Dhabi, setelah AS dan Israel menyerang Iran. Diketahui bahwa Abu Dhabi juga menjadi lokasi pangkalan yang menampung para personel militer AS.
Otoritas UEA telah mengumumkan penutupan wilayah udara “untuk sementara dan untuk sebagian” sebagai pencegahan.
Di Qatar, para pejabat setempat melaporkan bahwa dua rudal Iran telah dicegat saat mengudara di dalam wilayahnya. Serangan rudal ini diduga sebagai balasan dari Teheran atas serangan udara AS bersama Israel.
Laporan jurnalis AFP di Qatar juga menyebut bahwa rentetan ledakan terdengar di area ibu kota Doha.
Baca juga : Tak Ada Peraih Adipura 2026, Semua Kota Di Indonesia Gelagapan Urus Sampah
Laporan The Guardian menyebut rentetan ledakan juga terjadi di wilayah Kuwait, yang juga menampung sejumlah pangkalan militer AS.
Diperkirakan bahwa sebanyak 13.500 tentara AS ditempatkan di negara tersebut. Di Israel, Angkatan Bersenjata Israel (IDF) mendeteksi sejumlah rudal diluncurkan dari Iran ke wilayahnya. Serangan rudal dari Iran mengaktifkan sirene peringatan serangan udara yang meraungraung di wilayah Israel.
“Saat ini, IAF (Angkatan Udara Israel) beroperasi mencegat dan menyerang ancaman-ancaman,” kata IDF.
Sementara itu, Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di Jakarta menilai, serbuan AS ini melanggar integritas teritorial dan kedaulatan nasional Iran.
Baca juga : Menapaki HMAS Toowomba, Super Modern & Wow Banget
“Pelanggaran terhadap Pasal 2 ayat (4) Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan merupakan tindakan agresi yang nyata terhadap Republik Islam Iran,” tulis pernyataanKedubes Iran di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).
Angkatan Bersenjata Iran akan menggunakan hak sepenuhnya untuk mempertahankan integritas teritorial dan kedaulatan nasional Iran, dengan memberikan respons yang tegas dan kuat terhadap agresi Israel dan AS.
Kedubes Iran di Indonesia berharap agar Pemerintah dan rakyat Indonesia, para tokoh politik, organisasi keagamaan dan Islam, kalangan akademisi, serta insan media secara tegas dan terbuka mengecam dimulainya perang dan agresi terhadap wilayah Republik Islam Iran.
RI Serukan Dialog
Sementara itu di Jakarta, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. “Indonesia menyerukan seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi,” tulis akun resmi @Kemlu_RI dalam akun X, Sabtu (28/2/2026).
Baca juga : Rudiarto Sumarwono: PPPK Memang Bukan Pegawai Permanen
Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai. Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak.
“Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” tulis Kemlu.
Diingatkan Kemlu, peningkatan ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia. WNI di wilayah terdampak diimbau tetap tenang, waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya