Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS, Presiden Korsel Minta Harga BBM Dibatasi
Senin, 9 Maret 2026 12:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae-myung meminta otoritasnya bergerak cepat menerapkan batas harga (price cap) pada bahan bakar domestik, serta menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi lonjakan harga gas dan volatilitas di pasar valuta asing, seiring meningkatnya konflik Timur Tengah.
Konflik yang diawali serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026), mendorong harga minyak mentah dunia melonjak hingga melewati 100 dolar AS per barel.
“Krisis di Timur Tengah yang semakin dalam, serta ketidakpastian dalam lingkungan ekonomi domestik dan global yang meningkat secara signifikan, menjadi beban besar bagi ekonomi Korea yang sangat bergantung pada perdagangan global serta impor energi dari Timur Tengah,” kata Lee seperti dikutip Yonhap, Senin (9/3/2026).
Baca juga : Harga Minyak 100 Dolar AS per Barel, Trump: Harga Kecil Demi Perdamaian Dunia
Lee menyerukan langkah-langkah antisipatif dini dengan mempertimbangkan skenario terburuk, untuk mengatasi dampak ekonomi dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Dia meminta jajarannya menyiapkan langkah-langkah menjaga stabilitas keuangan dan eksplorasi rute energi alternatif.
“Karena sulit memprediksi bagaimana situasi ini akan berkembang, pemerintah harus menyiapkan langkah respons antisipatif dengan rasa urgensi, bahkan dengan mempertimbangkan skenario terburuk,” ujar Lee.
Lee juga mendesak pemerintah dan Bank of Korea untuk menyiapkan langkah antisipatif tambahan, demi merespons meningkatnya volatilitas di pasar keuangan dan valuta asing.
Baca juga : Airlangga Cs Cari Sumber Minyak Lain
Lee yang dilantik menjadi Presiden Korsel pada 4 Juni 2025 menginstruksikan otoritas untuk memperluas program stabilisasi pasar senilai 100 triliun won atau setara Rp 1,16 kuadriliun jika diperlukan.
“Kita harus mengidentifikasi risiko tersembunyi dan menyiapkan langkah respons secara cermat,” ujarnya.
Antisipasi Pasokan Energi
Lee meminta jajarannya menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi ketidakpastian pasokan energi di tengah kekhawatiran terganggunya jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, salah satu rute pengiriman minyak paling penting di dunia.
Baca juga : Investasi Hong Kong Tembus 10 Miliar Dolar AS, RI Kian Dilirik
“Kami akan berkoordinasi dengan negara-negara mitra strategis untuk segera mencari rute alternatif, yang tidak harus melewati Selat Hormuz,” katanya.
Selain itu, Lee juga mendesak pemerintahannya untuk menindak praktik kolusi antara perusahaan penyulingan minyak dan SPBU, penetapan harga secara tidak sah, serta penimbunan bahan bakar. Dia meminta pelanggar dijatuhi sanksi tegas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya