Dark/Light Mode

Harga Sembako Naik Jelang Ramadan, Sarifah Suraidah Minta Antisipasi Diperkuat

Rabu, 28 Januari 2026 10:27 WIB
Foto: Fraksi Golkar DPR
Foto: Fraksi Golkar DPR

RM.id  Rakyat Merdeka - Lonjakan harga sembako yang kerap terjadi menjelang Ramadan kembali menuai sorotan DPR. Anggota Komisi VI DPR Sarifah Suraidah meminta pemerintah memperkuat antisipasi agar kenaikan harga tidak menjadi beban rutin masyarakat.

Dia mengingatkan, lonjakan harga komoditas pangan seperti cabai, bawang, minyak goreng, dan daging tidak hanya menekan daya beli, tetapi juga mencerminkan lemahnya pengendalian distribusi dan pengawasan pasar.

Sarifah Suraidah, menegaskan bahwa pola kenaikan harga yang hampir terjadi setiap tahun menunjukkan adanya persoalan struktural dalam tata niaga dan distribusi pangan nasional.

Menurutnya, pemerintah seharusnya mampu melakukan antisipasi lebih dini agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Baca juga : Tren Kebocoran Data Terus Naik, Pakar Nilai Keamanan Siber Perlu Diperkuat

“Ramadan seharusnya menjadi bulan yang menenangkan, bukan justru menghadirkan kekhawatiran akibat melonjaknya harga kebutuhan pokok. Jika ini terus berulang setiap tahun, berarti ada yang belum beres dalam sistem pengendalian harga pangan kita,” ujar Sarifah di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Berdasarkan laporan dari sejumlah daerah, beberapa komoditas pangan tercatat mengalami kenaikan signifikan pada akhir Januari.

Harga cabai rawit, misalnya, melonjak hingga dua kali lipat dari sekitar Rp 50.000 menjadi Rp 100.000 per kilogram.

Sementara itu, harga bawang merah naik dari Rp 38.000 menjadi Rp 44.000 per kilogram, dan minyak goreng meningkat dari Rp15.000 menjadi Rp17.000 per liter. Kondisi tersebut paling dirasakan oleh rumah tangga berpenghasilan menengah ke bawah.

Baca juga : ORADO Deklarasikan Domino Naik Kelas jadi Olahraga Nasional

Sarifah menilai, kenaikan harga pangan tidak bisa terus-menerus dibenarkan dengan alasan meningkatnya permintaan musiman.

Ia mendorong pemerintah melalui Kementerian Perdagangan, Bulog, dan BUMN pangan untuk lebih proaktif memastikan ketersediaan stok, kelancaran distribusi, serta pengawasan harga di tingkat pedagang.

“Setiap tahun kita tahu Ramadan akan datang. Seharusnya antisipasi stok dan distribusi dilakukan jauh hari, bukan bersikap reaktif ketika harga sudah terlanjur melonjak,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Sarifah yang akrab disapa Bunda Harum menekankan pentingnya kehadiran negara dalam melindungi daya beli masyarakat, khususnya pada momen keagamaan.

Baca juga : Pimpin Apel Kebangsaan, Kapolri Wanti-wanti Ancaman Disinformasi Di Era Digital

Ia meminta pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat operasi pasar, memperbaiki rantai pasok, serta menindak tegas praktik spekulasi harga.

“Kenaikan harga sembako yang terus berulang setiap Ramadan tidak boleh dianggap sebagai hal yang wajar. Ini harus menjadi prioritas bersama agar kesejahteraan rakyat benar-benar dirasakan,” pungkas Srikandi Partai Golkar dari Dapil Kalimantan Timur itu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.