Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Konflik Timur Tengah
Trump Minta Negara-Negara Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Ini Tanggapannya
Minggu, 15 Maret 2026 12:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berharap negara-negara besar yang bergantung pada jalur perdagangan energi melalui Selat Hormuz - seperti China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris - dapat berpartisipasi mengamankan wilayah perairan tersebut di tengah meningkatnya konflik Timur Tengah. Sementara AS akan mengambil tindakan militer yang diperlukan, demi memastikan jalur pelayaran strategis tersebut tetap terbuka.
"Negara-negara, terutama yang terdampak oleh upaya Iran menutup Selat Hormuz, akan mengirimkan kapal perang bersama Amerika Serikat untuk menjaga agar selat tetap terbuka dan aman,” ujar Trump via Truth Social, dikutip Minggu (15/3/2026).
Berikut respons sejumlah negara yang dimaksud, seperti dikutip BBC:
Inggris
“Kami sebelumnya telah menyampaikan bahwa saat ini kami sedang berdiskusi dengan sekutu dan mitra mengenai berbagai opsi, untuk memastikan keamanan pelayaran di kawasan tersebut,” kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Inggris.
China
Baca juga : Trump Klaim Iran Sudah Hancur, Serukan Negara-Negara Amankan Selat Hormuz
Kepada CNN, Juru Bicara Kedutaan Besar China di Washington mengatakan, pihaknya menyerukan penghentian permusuhan dengan segera.
Namun, juru bicara tersebut tidak menjelaskan kemungkinan Beijing menerima permintaan Trump. Dia menegaskan, semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan pasokan energi yang stabil dan tidak terhambat.
"China akan terus memperkuat komunikasi dengan pihak-pihak terkait," ujar juru bicara tersebut.
Jepang
Tokyo, yang menganggap AS sebagai sekutu terdekatnya, belum secara resmi menanggapi seruan Trump. Namun, NHK edisi Minggu (15/3/2026) melaporkan, para pejabat membuka kemungkinan masuknya masalah ini ke dalam agenda kunjungan Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi ke AS pada Rabu (18/3/2026).
Baca juga : China Sumbang Rp 3,4 Miliar Untuk Keluarga Korban Serangan Sekolah Iran
"Jepang tidak akan segera mengirimkan kapal angkatan laut hanya karena Trump memintanya. Jepang akan memutuskan tanggapannya sendiri, dan penilaian independen adalah hal mendasar," kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang.
Prancis
Hingga kini, Pemerintah Prancis juga belum memberikan tanggapan langsung. Namun, pada Sabtu (14/3/2026), beberapa jam setelah Trump memposting permintaan pengiriman kapal perang kepada negara-negara dunia untuk mengamankan Selat Hormuz, akun tanggapan resmi Kementerian Luar Negeri Prancis di platform X membantah laporan yang menyebut Prancis telah mengirimkan kapal perangnya ke Selat Hormuz.
"Tidak, kapal induk Prancis dan kelompoknya masih tetap berada di Mediterania timur. Sikap Prancis tidak berubah: defensif dan protektif," tegas pernyataan tersebut
Korea Selatan
Belum ada tanggapan langsung dari Seoul.
Baca juga : Senayan Yakin Pelaksanaan Haji 2026 Tidak Terganggu
Selat Hormuz adalah jalur maritim paling vital di dunia, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Jalur utama ekspor minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Irak, UEA, Qatar, dan Kuwait ke Asia, Eropa, dan Amerika Utara ini memfasilitasi sekitar 20 persen konsumsi minyak harian global atau sekitar 20 juta barel per hari.
Gangguan di selat ini akan menyebabkan lonjakan harga minyak mentah - yang berpotensi merambat ke harga barang, jasa, pupuk, dan pangan - di samping menyebabkan inflasi tinggi serta gangguan rantai pasok global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya