Dark/Light Mode

Iran Serang Infrastruktur Energi Qatar di Ras Laffan, Tak Ada Korban Jiwa

Kamis, 19 Maret 2026 05:43 WIB
Pelabuhan Ras Laffan dikembangkan dan dioperasikan secara khusus untuk industri berbasis gas alam dan turunannya. (Foto: QatarEnergy)
Pelabuhan Ras Laffan dikembangkan dan dioperasikan secara khusus untuk industri berbasis gas alam dan turunannya. (Foto: QatarEnergy)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebakaran terjadi di fasilitas-fasilitas penting di Qatar, menyusul serangan rudal Iran terhadap infrastruktur energi Ras Laffan, Rabu (18/3/2026). Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

"Pertahanan sipil telah berhasil mengendalikan kebakaran di Ras Laffan. Tak ada korban cedera dalam kejadian tersebut," tulis Kementerian Dalam Negeri Qatar via X, Kamis (19/3/2026).

Serangan rudal di Kota Industri Ras Laffan ini juga telah dikonfirmasi oleh BUMN energi Qatar: QatarEnergy.

Baca juga : DPR Dorong Perbaikan Infrastruktur demi Kenyamanan Pemudik

"Tim tanggap darurat segera dikerahkan untuk mengatasi kebakaran, karena kerusakan yang luas telah terjadi. Semua personel telah dipertanggungjawabkan, saat ini tidak ada korban yang dilaporkan," papar QatarEnergy via X.

Peringatan IRGC

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah memperingatkan adanya serangan yang dapat terjadi dalam hitungan jam terhadap fasilitas utama minyak dan gas di negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Serta mendesak warga sipil dan pekerja di wilayah tersebut, untuk mengevakuasi area di dekat infrastruktur energi penting.

Mengutip Anadolu, pernyataan tersebut juga mencantumkan beberapa lokasi yang disebut sebagai “target langsung dan sah,” termasuk kilang SAMREF dan kompleks petrokimia Jubail di Arab Saudi, ladang gas Al Hosn di UEA, serta kompleks petrokimia Mesaieed dan kilang Ras Laffan di Qatar.

Baca juga : Imbas Perang, Pupuk Kita Diincar Banyak Negara

Dalam pernyataan tersebut, IRGC juga menekankan, peringatan berulang sebelumnya telah disampaikan kepada pemerintah negara-negara Teluk, yang dinilai menempuh jalur berbahaya.

Peringatan ini muncul setelah media Iran melaporkan adanya serangan udara AS-Israel terhadap tangki penyimpanan gas di ladang South Pars milik Iran di kota selatan Asaluyeh pada Rabu (18/3/2026), yang menghentikan produksi di dua kilang dengan kapasitas gabungan sekitar 100 juta meter kubik per hari.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.