Dark/Light Mode

58 Pelajar RI Raih Beasiswa MEXT Jepang 2026, Siap Berangkat April–Oktober

Kamis, 26 Maret 2026 11:25 WIB
Direktur Departemen Informasi dan Kebudayaan Kedutaan Besar Jepang Hoshino Daisuke (kelima kanan) bersama para penguji dan peserta program MEXT 2026 di acara pelepasan yang diselenggarakan di Kedubes Jepang, Jakarta, Rabu (25/3/2026). (Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)
Direktur Departemen Informasi dan Kebudayaan Kedutaan Besar Jepang Hoshino Daisuke (kelima kanan) bersama para penguji dan peserta program MEXT 2026 di acara pelepasan yang diselenggarakan di Kedubes Jepang, Jakarta, Rabu (25/3/2026). (Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 58 pelajar Indonesia resmi terpilih sebagai penerima beasiswa Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology (MEXT) atau Monbukagakusho. Kedutaan Besar Jepang di Jakarta menggelar acara pelepasan bagi para penerima beasiswa tersebut pada Rabu, 2 Maret 2026.

Dari total 58 penerima, sebanyak 32 mahasiswa akan mengikuti program Research Students. Yaitu jalur bagi calon peneliti di jenjang pascasarjana. Setelah lulus ujian masuk universitas, mereka berpeluang melanjutkan ke program S2 atau S3.

Selain itu, enam mahasiswa diterima dalam program Gakubu (S1), 12 mahasiswa dalam program Kosen (D3) atau College of Technology, serta delapan mahasiswa lainnya dalam program Senshu (D2) di Specialized Training College yang berfokus pada keahlian profesional.

Para penerima beasiswa dijadwalkan berangkat ke Jepang secara bertahap mulai April hingga Oktober 2026. Dalam acara yang berlangsung di kantor Kedutaan Besar Jepang di Jakarta itu, mereka juga mendapatkan sesi orientasi dari para alumni program yang sama.

Direktur Departemen Informasi dan Kebudayaan Kedutaan Besar Jepang Hoshino Daisuke menyampaikan bahwa para penerima beasiswa merupakan hasil seleksi ketat dan termasuk mahasiswa terbaik di Indonesia.

Baca juga : Enam Penerima Beasiswa DPM Ikuti Pembekalan, Siap Berangkat Ke China

“Beasiswa ini sangat kompetitif. Saya percaya para peserta yang hadir hari ini mewakili mahasiswa terbaik di Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program beasiswa Pemerintah Jepang tersebut telah dimulai sejak 1954 dan telah memberangkatkan lebih dari 100.000 pelajar dari sekitar 160 negara untuk menempuh pendidikan di Jepang.

Menurutnya, para alumni program ini kini berperan penting dalam memperkuat hubungan antara Jepang dan negara asal masing-masing. Ia pun berharap para penerima beasiswa dapat menjadi duta budaya antara Indonesia dan Jepang.

“Kami berharap Anda dapat belajar dengan baik di Jepang dan membawa kembali pengalaman tersebut untuk memperkuat hubungan kedua negara,” katanya.

Alumni MEXT

Sementara itu, perwakilan penerima beasiswa, Patrick Kurniawan, mengungkapkan bahwa proses seleksi MEXT menjadi pengalaman paling menantang dibandingkan beasiswa lain yang pernah dia ikuti. Namun, seluruh proses tersebut terbayar setelah dinyatakan lolos.

Baca juga : SIM Keliling Bekasi Sabtu 28 Februari 2026, Ini Lokasi & Jadwal Lengkap

Keputusan memilih Jepang juga didasari pertimbangan matang, terutama terkait kualitas pendidikan. Ia berencana melanjutkan studi di Kyoto University, salah satu universitas terbaik dunia.

“Saya mengambil Southeast Asian Studies. Nanti saya akan menjadi research student dan bergabung dengan pusat studi Asia dan Afrika di Kyoto University,” ujar Patrick

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Jepang dan Kedutaan Besar Jepang. Menurutnya, beasiswa ini bukan sekadar dukungan finansial, tetapi juga simbol kepercayaan dan hubungan baik antarnegara.

“Jepang sangat terbuka terhadap mahasiswa dari Asia Tenggara. Tantangannya adalah bagaimana mahasiswa Indonesia bisa menjadi jembatan, khususnya dalam membangun komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat lokal,” kata alumni SMA Don Bosco Padang tersebut.

Para penerima beasiswa MEXT diharapkan tidak hanya menempuh pendidikan akademik, tetapi juga membangun pemahaman lintas budaya melalui interaksi langsung dengan masyarakat Jepang.

Baca juga : SIM Keliling Bekasi Sabtu 21 Februari 2026, Ini Lokasi & Jadwal Lengkap

Salah satu alumni program MEXT tahun 2013, Khadafi, menekankan pentingnya konsistensi dan tujuan yang jelas selama menjalani studi di Jepang.

“Saya di Jepang sekitar 11 tahun lebih 6 bulan, mulai dari D3, S1, S2 hingga bekerja, dan baru kembali ke Indonesia pada akhir 2024,” tuturnya.

Ia juga berpesan agar para penerima beasiswa menjaga perilaku dan memahami norma setempat selama menjalani program.

“Jepang itu negara yang memberi kebebasan, selama tindakan kita tidak merugikan orang lain dan kepentingan umum,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.