Dark/Light Mode

Trump Banggakan Operasi Epic Fury, Chuck Schumer: Ini Blunder Terbesar AS

Kamis, 2 April 2026 09:36 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto White House)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto White House)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membeberkan keberhasilannya memimpin Operasi Epic Fury dalam pidato nasionalnya di Gedung Putih, Rabu (1/4/2026) malam atau Kamis (2/4/2026) pagi WIB. Namun, Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer menyindir isi pidato Trump yang berdurasi sekitar 20 menit itu.

"Kebijakan Donald Trump di Iran akan menjadi sebagai salah satu blunder terbesar dalam sejarah kita," ujar Schumer dikutip dari BBC, Kamis (2/4/2026).

Baca juga : Muhammadiyah Bangga Dua Kadernya Masuk 10 Menteri Berkinerja Terbaik

Politisi Demokrat dari New York itu mengatakan, Trump gagal menjelaskan tujuan perang, alasan mengasingkan sekutu, dan mengabaikan masalah-masalah sehari-hari yang dihadapi warga di Negeri Paman Sam.

Senator Partai Republik dari Carolina Selatan, Lindsey Graham, memberikan reaksi yang lebih positif terhadap pidato Trump. Dia mengatakan kepada Fox News, Iran punya pilihan untuk membuat kesepakatan. Sayangnya, lanjut Graham, Iran lebih memilih dibom.

Baca juga : Tingkatkan Layanan EV, PLN Luncurkan Home Charging Services Versi Terbaru

"Presiden Trump menguraikan target yang akan menghancurkan kemampuan rezim ini untuk bertahan dalam jangka panjang," simpul Graham, merujuk pada ancaman Trump untuk menyerang jaringan listrik Iran.

Beberapa pencapaian utama yang dipaparkan Trump dalam pidatonya meliputi penghancuran rudal balistik milik Iran beserta fasilitas produksinya.

Baca juga : Erick: Ini Buah Kerja Keras BUMN

Serangan AS-Israel ke Iran dimulai 28 Februari lalu melalui serangkaian serangan udara ke berbagai titik di Iran. Salah satu serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.