Dark/Light Mode

Resmi Start Engine

Airlangga: Applause Untuk Kerja Extraordinary Smelter Satu Lajur Terbesar Dunia

Jumat, 28 Juni 2024 08:41 WIB
Smelter Single-Line Terbesar Di Dunia: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi Menteri Investasi/ Kepala BPKM Bahlil Lahadalia (kemeja putih) dan Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas (baju krem) saat peresmian operasi Smelter PTFI di Gresik, Jawa Timur, Kamis (27/6/2024). (Foto: Ratna Susilowati/Rakyat Merdeka/RM.id)
Smelter Single-Line Terbesar Di Dunia: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi Menteri Investasi/ Kepala BPKM Bahlil Lahadalia (kemeja putih) dan Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas (baju krem) saat peresmian operasi Smelter PTFI di Gresik, Jawa Timur, Kamis (27/6/2024). (Foto: Ratna Susilowati/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia akhirnya punya smelter single-line terbesar di dunia. Megaproyek ini telah selesai dikerjakan di Gresik, Jawa Timur, dan diresmikan pengoperasiannya oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Kamis (27/6/2024).

Airlangga senang sekali, proyek ini bisa selesai tepat waktu. Dia memuji PT Freeport Indonesia sebagai manajemen yang luar biasa atau extraordinary.

“Kita beri applause kepada manajemen yang extraordinary. Dan yang dibangun pun pabrik yang extraordinary, luar biasa. Ini sangat tepat waktu," katanya.

 


Peresmian itu menjadi momen penting dimulainya pengoperasian mesin pemurnian konsentrat. Istilahnya, di-start engine.

Ibarat mobil, saat ini smelter single-line sedang tahap pemanasan mesin atau tes produksi (commisioning). Butuh waktu kira-kira 6-10 minggu, sebelum konsentrat mineral di-input dan diolah dalam smelter tersebut.

Jika semuanya berjalan lancar, maka sekitar pertengahan Agustus atau paling lambat September, mesin sudah matang, dan bisa produksi.

Saat itulah, Presiden Jokowi diharapkan bisa meresmikan smelter yang sudah berproduksi, menghasilkan katoda tembaga, emas, perak dan logam mulia lainnya.

 

Baca juga : Smelter Satu Lajur Terbesar Di Dunia Resmi Start-Engine


Smelter PTFI atau orang-orang menyebutnya Smelter Manyar, mampu memurnikan 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun.

Proyek ini menempati lahan seluas 100 hektar di KEK Java Integrated Industrial Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Investasinya mencapai Rp 58 triliun.

“Hal ini tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan konstruksi dalam negeri, tetapi juga menciptakan multiplier effects kepada masyarakat di Kabupaten Gresik,” tutur Airlangga.

Produk-produk tembaga seperti copper tube, copper tape, evaporator tembaga, sangat diperlukan untuk produksi Electric Vehicle (EV) seperti kabel, inverter, hingga baterainya. Karenanya, Pemerintah mendorong hilirisasi untuk keperluan tersebut.

"Sekarang, renewable energy menjadi tren. Tren ini membutuhkan critical mineral, salah satunya copper atau tembaga,” ujarnya.

Smelter baru yang diresmikan ini lebih canggih dari smelter sebelumnya, yang sudah ada di kawasan Gresik.

Smelter pertama dikenal sebagai Smelting Gresik, dibangun Freeport pada 1996, bersama konsorsium Jepang dan dioperasikan oleh Mitsubishi, sebagai mesin peleburan tembaga pertama di Indonesia.

Kedua smelter ini nantinya akan memurnikan 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun dengan produksi sekitar 600 ribu ton katoda tembaga, 50 ton emas, dan 200 ton perak per tahun.

“Ini adalah proyek pertama tambang terintegrasi. Dari hulu hingga ke produk akhirnya. Dengan integrasi, maka produksi emas, perak dan logam mulianya akan bayar royalti. Pendapatan Pemerintah akan semakin banyak,” ungkap Airlangga.

Baca juga : Ini Strategi PalmCo Kelola Kebun Sawit Terbesar di Dunia

Sebelum melakukan peresmian, Menko Perekonomian diajak berkeliling meninjau kawasan smelter.

Di pelabuhan, tampak Kapal Mother Vessel Unitama Lily yang tiba pada Sabtu (22/6/2024), membawa 22 ribu ton konsentrat tembaga dari Papua.

Menko dan rombongan juga mengunjungi anode casting dan central control building.

Ikut dalam rombongan, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas, dan sekitar 20 pemimpin media massa nasional termasuk Rakyat Merdeka.

Hadir pula Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi III Kemenko Perekonomian Elen Setiadi, Deputi V Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon, Plt Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Suswantono, Anggota DPR RI, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Pj Sekdaprov Jawa Timur Bobby Soemiarsono dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Berbicara saat peresmian, Tony Wenas mengatakan, penyelesaian megaproyek smelter single-line ini cukup challenging.

“Ini tidak akan selesai tanpa bantuan dan dukungan Pemerintah serta stakeholder lainnya. Kami bersyukur, komunikasi lancar dan baik dengan semua pihak. Dari jadwal pengerjaannya lima tahun, kami membutuhkan 1,5 tahun pematangan lahan. Sehingga, waktu efektif menyelesaikan ini hanya sekitar 3 tahunan saja,” katanya.

Smelter Manyar dilengkapi Unit Refinery, Unit Pemurnian Logam Mulia, Unit Oksigen, Unit Asam Sulfat dan Unit Desalinasi serta Unit Effluent and Wastewater Treatment Plant, untuk semaksimal mungkin memanfaatkan bahan baku, produk samping maupun limbahnya. Sehingga, bisa mencapai high efficiency smelting dan refining process.

Selama ini, jumlah mineral dari penambangan di Papua yang diekspor mencapai 60 persen. Hanya 40 persen saja yang dikirim ke Gresik, dan dimurnikan melalui Smelting Gresik atau smelter yang pertama itu.

Baca juga : Strategi Pemenangannya Dipuji, Airlangga Disebut Ketum Parpol Terbaik Saat Ini

Hasilnya, katoda tembaga berjumlah 300 ribu ton dipakai untuk memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri, per tahun.

Sementara lumpur anodanya, diekspor karena smelter pertama belum mampu melakukan pemurnian logam mulia.

Nanti, setelah smelter kedua bisa produksi, pemurnian lumpur anoda mencapai 100 persen, bisa dikerjakan di Indonesia. Sehingga, emas dan perak dalam bentuk batangan bisa diproduksi di Gresik.

Smelter ini tergolong canggih, menggunakan teknologi Converting Smelter and Double Flash Smelting. Dengan dua smelter beroperasi, maka kemampuan Indonesia mengolah konsentrat tembaga akan menjadi sekitar 3 juta ton per tahun, dan menghasilkan katoda tembaga hampir 1 juta ton per tahun.

Ini berarti, Indonesia akan masuk kategori empat besar negara produsen katoda tembaga.

Bangsa Indonesia patut bangga dengan smelter baru yang dibangun Freeport Indonesia. Ini adalah tempat pemurnian tembaga dengan desain yang terbesar di dunia.

Capaian ini menunjukkan bahwa bangsa kita sudah mampu melakukan hilirisasi industri. Tambang yang dihasilkan dari bumi Indonesia kini memiliki nilai yang tinggi.

Pembangunan smelter juga menciptakan banyak sekali lapangan kerja, memberi pemasukan tinggi untuk negara. Yang pada akhirnya membuat Indonesia makin mandiri dan maju.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.