Dark/Light Mode

Trump Ancam Habisi Iran Dalam Semalam, IRGC: Itu Cuma Delusi

Selasa, 7 April 2026 12:08 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto: IG)
Presiden AS Donald Trump (Foto: IG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tak ambil pusing dengan ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang berniat menghabisi Iran dalam semalam pada Selasa 7 April 2026. IRGC yang mengatakan ancaman tersebut tak berdasar, bersumpah untuk terus berjuang. IRGC bilang, ancaman Trump hanya delusi.

“Retorika kasar, kesombongan, dan ancaman tak berdasar dari Presiden AS yang delusi, muncul dari kebuntuan yang dihadapinya dan bertujuan untuk membenarkan kekalahan berulang militer AS. Ini tidak akan menghentikan Iran untuk berperang," ujar Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya IRGC, Ebrahim Zolfaqari dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran, seperti dikutip CNN International, Selasa (7/4/2026).

Baca juga : Trump Ancam Iran: Buka Selat Hormuz atau Hidup dalam Neraka

"Jika serangan terhadap target non-sipil terulang, respons balasan kami akan jauh lebih keras dan dalam skala yang jauh lebih luas,” tegasnya.

Trump telah berulang kali mengancam untuk menyerang pembangkit listrik, jembatan, dan infrastruktur lain milik Iran, jika Teheran gagal mencapai kesepakatan atau tidak mau membuka kembali Selat Hormuz, yang merupakan jalur bagi 20-30 persen pasokan energi global. 

Baca juga : Trump Ancam Hantam Iran 20 Kali Lebih Keras Jika Ganggu Selat Hormuz

Ancaman terakhir disampaikan Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Senin (6/4/2026). 

"Batas waktunya sampai Selasa pukul 8 malam Waktu Timur. Setelah itu, mereka (Iran) tidak akan memiliki jembatan dan pembangkit listrik. Mereka akan kembali ke zaman batu," ujar Trump.

Baca juga : Trump: Setelah Iran, Kuba Tinggal Soal Waktu

Meski Iran sebelumnya menolak tuntutan AS, Trump optimistis negara pimpinan Ayatollah Mojtaba Khamenei itu akan bernegosiasi dengan itikad baik, setelah sejumlah lapisan kepemimpinan Iran tewas dalam serangan AS dan Israel. "Kita akan mencari tahu," katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.