Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Trump Setuju Bahas 10 Poin Iran, Jalan Damai Mulai Terbuka
Rabu, 8 April 2026 10:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai melunak. Ia menerima proposal 10 poin dari Iran sebagai dasar negosiasi untuk mengakhiri konflik yang memanas di Timur Tengah.
Mengutip laporan Tasnim News Agency dan BBC, Rabu (8/4/2026), Trump menyebut proposal tersebut cukup layak untuk dibahas lebih lanjut.
“Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran. Ini bisa menjadi dasar yang dapat diandalkan untuk negosiasi,” ujar Trump melalui akun media sosialnya.
Baca juga : Trump Tangguhkan Serangan ke Iran 2 Minggu, Asalkan Selat Hormuz Dibuka
Isi proposal Iran cukup tegas. Mulai dari permintaan pencabutan sanksi ekonomi, penarikan pasukan AS, hingga kompensasi atas kerusakan akibat perang.
Iran juga meminta hak pengayaan uranium diakui, serta tetap memegang kendali atas Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.
Berikut poin utama yang diajukan Iran:
- Jaminan non-agresi dari AS
- Kontrol Iran atas Selat Hormuz
- Pengakuan hak pengayaan uranium
- Pencabutan sanksi utama
- Pencabutan sanksi sekunder
- Pengakhiran resolusi Dewan Keamanan PBB
- Pengakhiran resolusi Dewan Gubernur IAEA
- Kompensasi atas kerusakan perang
- Penarikan pasukan tempur AS
- Penghentian konflik di seluruh front
Baca juga : Trump Pidato Soal Perang Iran, Klaim Kemenangan Besar Di Tengah Tekanan Global
Sebelumnya, Trump sempat menunda rencana serangan ke Iran selama dua pekan. Syaratnya, Teheran membuka akses Selat Hormuz.
Langkah itu kini berbuah respons. Iran bersedia membuka selat tersebut dalam periode terbatas, sembari mendorong kesepakatan damai.
Trump mengklaim sebagian besar perbedaan antara kedua negara sudah menemukan titik temu. Ia optimistis kesepakatan final bisa dicapai dalam waktu dekat.
Baca juga : Terima Forum Lintas Ormas, HNW: Ormas Jadikan Jakarta Teladan Dalam Kerukunan
“Tujuan militer sudah tercapai. Kini kami sangat dekat dengan perdamaian jangka panjang,” katanya.
Jika negosiasi berjalan mulus, ketegangan di kawasan Timur Tengah berpotensi mereda. Dunia pun menanti, apakah peluang damai ini benar-benar bisa terwujud.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya