Dark/Light Mode

Catatan Dubes Sergei Tolchenov

Yuri Gagarin Dan Orbit Persahabatan Rusia-RI

Minggu, 12 April 2026 05:50 WIB
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov. (Foto Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/RM.id)
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov. (Foto Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pada 12 April 2026, dunia memperingati hari bersejarah, yaitu 65 tahun penerbangan pertama manusia ke luar angkasa. Pada hari itu tahun 1961, Yuri Alekseyevich Gagarin dengan pesawat antariksa Vostok-1 melakukan penerbangan orbital di ruang dekat Bumi.

Setelah berhasil melakukan satu putaran mengelilingi planet dalam kurun waktu 108 menit, Gagarin berhasil mendarat di wilayah Rusia modern dan selamanya tercatat dalam sejarah sebagai kosmonaut (antariksawan) Bumi yang pertama.

Berpegangan Erat: (Dari kiri) Penerbang-kosmonaut Uni Soviet Yuri Alekseyevich Gagarin, Pemimpin Uni Soviet Nikita Sergeyevich Khrushchev, Presiden Republik Indonesia Soekarno, serta Ketua Presidium Tertinggi Uni Soviet Leonid Ilyich Brezhnev, 1961. (Dok Kedubes Rusia Jakarta)

Penerbangan Yuri Gagarin menjadi simbol dimulainya era baru. Dia membuktikan manusia dapat berada secara normal dalam kondisi tanpa gravitasi. Dia berhasil mengubah cara pandang manusia terhadap kemampuan diri mereka sendiri.

Jutaan orang di seluruh dunia pun percaya pada kekuatan tak terbendung dari kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan kerja keras, serta sistem organisasi industri dan penelitian ilmiah yang efektif.

Figur Yuri Gagarin tidak hanya menjadi idola di Tanah Airnya. Perhatian khusus terhadap sosoknya juga selalu diberikan di Indonesia.

Pasangkan Bintang Penghargaan: Presiden Republik Indonesia Soekarno menganugerahkan kepada kosmonaut Uni Soviet, Pahlawan Uni Soviet Yuri Alekseyevich Gagarin tanda kehormatan Bintang Republik Indonesia Adipradana. (Dok Kedubes Rusia Jakarta)

Pada 13 April 1961, Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno mengirimkan telegram kepada pimpinan Uni Soviet yang isinya sebagai berikut: “...Saya menyampaikan ucapan selamat dan salam paling hangat kepada bangsa dan Pemerintah Uni Soviet atas keberhasilan cemerlang yang diraih oleh para ilmuwan Soviet. Peristiwa yang mengagumkan ini tidak hanya membuka era baru dalam sejarah umat manusia, tetapi juga membuka perspektif baru bagi pemikiran dan aktivitas manusia...”

Sebagai tanda penghormatan dan kasih sayang yang istimewa dari rakyat Indonesia, dalam rangka kunjungan Presiden Soekarno ke Moskow pada 10 Juni 1961, beliau menganugerahkan Bintang Republik Indonesia tingkat kedua (Bintang Republik Indonesia Adipradana) kepada Yuri Gagarin.

Berkalung Bunga: Kosmonot Soviet Andriyan Nikolayev (kanan), Valentina Tereshkova (ketiga kiri), dan Valery Bykovsky (kedua kiri) dikalungi bunga saat berkunjung ke Indonesia pada 1963.

Baca juga : Teomorfisme Manusia Dan Pertolongan Tuhan

Para kosmonaut Soviet turut memperluas hubungan Rusia dengan Indonesia. Dengan penuh keramahan dan antusiasme, Indonesia menyambut Pahlawan Uni Soviet, kosmonaut German stepanovich Titov, pada Januari 1962. Dalam kunjungan tersebut, beliau diajak mengunjungi Candi Borobudur dan diperkenalkan dengan berbagai kerajinan lokal.

Pada 1963, Pahlawan Uni Soviet Andriyan Nikolaev, Valentina Tereshkova dan Valery Bykovsky diundang ke Indonesia sebagai tamu pribadi Presiden Soekarno.

Para pilot antariksa tersebut berpidato dalam sebuah pertemuan akbar di Stadion Senayan (kini bernama Stadion Gelora Bung Karno) yang baru saja selesai dibangun para ahli Soviet.

Meluncur Ke Angkasa: Pesawat ruang angkasa “Vostok-1”, yang dikemudikan oleh kosmonaut pertama di dunia Yuri Alekseyevich Gagarin, diluncurkan pada pukul 09.07 waktu Moskow pada 12 April 1961 dari kosmodrom Baikonur. Cuplikan dari film dokumenter “Penerbangan Pertama ke Bintang”. (Foto Ria Novosti)

Mereka juga mengunjungi Istana Kepresidenan di Bogor, serta kota Palembang dan Bandung. Di sana mereka bercerita kepada warga setempat tentang pekerjaan serta pencapaian pencapaian luar angkasa Uni Soviet.

Fakta menarik lainnya adalah penunjukan pilot antariksa Yuri Glazkov pada tahun 1970-an sebagai Wakil Presiden Perhimpunan Persahabatan “Uni Soviet–Indonesia”.

Saat ini, kiprah dan tradisi tersebut dilanjutkan Perhimpunan Persahabatan Rusia–Indonesia, yang terus berupaya memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Di Kabin Pesawat Ruang Angkasa: Kosmonaut Yuri Gagarin di dalam kabin pesawat ruang angkasa “Vostok-1” sebelum peluncuran Kosmodrom Baikonur, 12 April 1961. Cuplikan dari film dokumenter “Sovety v kosmose”. (Foto Ria Novosti)

Penerbangan pertama manusia ke luar angkasa juga tercermin dalam budaya Indonesia—banyak warga yang lahir pada tahun 1960–1970-an diberi nama "Yuri” sebagai penghormatan kepada kosmonaut pertama di Bumi. Dalam bahasa Indonesia pun telah berakar kata-kata seperti “sputnik”, “Gagarin” dan "kosmonaut”.

Baca juga : KPK Hormati Laporan MAKI Ke Dewas Terkait Pengalihan Penahanan Yaqut

Sebagai wujud penghargaan terhadap sejarah bersama, pada Maret 2021 di Taman Mataram, Jakarta, diresmikan monumen Yuri Gagarin. Di tempat ini, setiap tahun para pengagum sang pahlawan, serta perwakilan organisasi pemuda dan mahasiswa, maupun korps diplomatik, berkumpul untuk mengenangnya. Kegiatan peringatan serupa juga berlangsung pada 4 April tahun ini.

Bersama Keluarga: Penerbang-kosmonaut Uni Soviet Yuri Gagarin bersama istrinya Valentina serta kedua putrinya, Galya dan Lena. (Foto Alexander Mokletsov)

Persahabatan “antariksa” antara Rusia dan Indonesia yang bermula pada pertengahan abad lalu dan terus berlanjut hingga saat ini. Dalam Deklarasi Kemitraan Strategis yang disepakati pada pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Prabowo Subianto pada 19 Juni 2025, ditegaskan komitmen bersama untuk mengembangkan kerja sama di bidang antariksa.

Landasan hukum yang diperlukan juga telah tersedia—sejak tahun 2010 berlaku Perjanjian Antarpemerintah mengenai kerja sama dalam penelitian dan pemanfaatan ruang angkasa untuk tujuan damai.

Perusahaan Milik Negara Roscosmos siap memberikan dukungan yang diperlukan guna memastikan akses mandiri Indonesia ke ruang angkasa serta memperkuat kedaulatan teknologinya.

Kosmonaut Soviet Yuri Gagarin mengenakan baju antariksa "SK-1" sebelum peluncuran bersejarah pesawat ruang angkasa "Vostok-1" dari kosmodrom Baikonur pada 12 April 1961. (Foto RIA Novosti)

Di antara bidang-bidang kerja sama Rusia–Indonesia yang prospektif adalah pembangunan infrastruktur peluncuran di darat, peluncuran bersama wahana antariksa, pengembangan komunikasi satelit, teknologi penginderaan jauh bumi, sistem pemantauan sumber daya alam, serta pencegahan bencana alam.

Selama 65 tahun sejak Yuri Gagarin mengucapkan seruan legendaris yang menggema ke seluruh dunia “Poyekhali!” (“Ayo berangkat!”), telah terhimpun potensi yang besar untuk kerja sama di bidang antariksa.

Realisasinya, sebagaimana halnya pelaksanaan penerbangan pertama manusia ke luar angkasa, bagi kita ini bukanlah sekadar impian, melainkan sebuah tugas yang sepenuhnya dapat diwujudkan.

Baca juga : Dubes Rusia Sergei Tolchenov Briefing & Buka Puasa Bareng Wartawan

Sergei Tolchenov, Duta Besar Rusia untuk Indonesia

Artikel ini dimuat di koran Rakyat Merdeka. Edisi 12 April 2026 dengan judul: 65 Tahun Sejak Penerbangan Pertama Manusia Ke Luar Angkasa, Yuri Gagarin Dan Orbit Persahabatan Rusia-RI.

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.