Dark/Light Mode

Dubes Mohammad Boroujerdi Bedah Kepemimpinan Ali Khamenei Lewat Peluncuran Buku

Rabu, 15 April 2026 06:08 WIB
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi berpidato dalam peluncuran buku mengenai mendiang Ayatollah Ali Khamenei di Universitas Paramadina, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). (Foto Diananda Rahmasari/Rakyat Merdeka/RM.id)
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi berpidato dalam peluncuran buku mengenai mendiang Ayatollah Ali Khamenei di Universitas Paramadina, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). (Foto Diananda Rahmasari/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di Jakarta menggelar seminar nasional dan peluncuran buku bertajuk “Tatanan Dunia Baru” di Universitas Paramadina, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). Acara yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme ini, dihadiri lebih dari 250 peserta.

Mahasiswa, akademisi, tokoh masyarakat hingga media nasional memadati forum tersebut. Hal yang membuat mereka tertarik, karena acara ini mengupas pemikiran futuristik Imam Sayyed Ali Khamenei dalam melihat arah perubahan dunia.

Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyampaikan keynote speech. Dia menegaskan, pentingnya dialog lintas bangsa di tengah dinamika global yang terus berubah.

Dubes Boroujerdi menekankan bahwa dunia saat ini tengah berada dalam fase transisi menuju tatanan baru yang lebih multipolar.

Baca juga : Dubes Iran Mohammad Boroujerdi Nikmati CFD, Berbaur Dengan Warga Jakarta

Menurutnya, pemikiran Imam Khamenei menawarkan perspektif agar dunia Islam dan komunitas internasional berperan dalam membentuk masa depan yang lebih adil.

“Banyak buku telah ditulis oleh beliau. Banyak karya yang dihasilkan dan insya Allah akan menjadi bahan kajian untuk generasi berikutnya,” ujar Dubes Boroujerdi.

Dia mengenang mendiang Ali Khamenei tidak hanya sebagai Pemimpin Agung Iran. Tapi juga seorang cendekiawan yang memiliki pemikiran luas.

Dubes Boroujerdi juga mengapresiasi komunitas akademik dan lembaga kajian di Indonesia yang memberikan pandangan gagasan keilmuan Ali Khamenei.

Baca juga : Nasabah PNM Mekaar di Bandung Barat Kembangkan Usaha Lewat Ultra Mikro BRI

“Pemimpin Tertinggi kami bukan hanya sebagai pemimpin revolusi Islam Iran. Namun, beliau adalah sosok ilmiah, sosok yang berilmu sangat mendalam,” ungkapnya.

Rektor Universitas Paramadina Didik J. Rachbini menyoroti pentingnya ruang akademik sebagai wadah pertukaran gagasan kritis. Dia juga turut memberikan pandangan soal kepemimpinan Ali Khamenei.

Buku “Visi Futuristik Sang Pemimpin Syahid Iran” diluncurkan bertepatan dengan peringatan 40 hari wafatnya Ali Khamenei.

Diskusi kemudian berkembang melalui pandangan para nara¬sumber pada diskusi yang dimoderatori Peneliti Senior Paramadina Swary Utami Dewi. Acara ini dihadiri Penulis dan pakar Timur Tengah Nasir Tamara dan Direktur Studi Islam Paramadina M. Subhi Ibrahim.

Baca juga : Dubes Iran Kenang Pertemuan Jokowi Dan Ali Khamenei

 Dalam hal ini, Nasir memandang kekuatan utama Khamenei bukanlah senjata atau partai politik, melainkan kekuatan gagasan. Hal ini terkait dengan kebijakan Pemerintah Iran yang memberi perhatian besar kepada pengembangan pendidikan dan riset.

“Bangsa yang kuat adalah bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memiliki keberanian mempertahankan kedaulatannya,” pungkas Nasir. 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.