Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Direndam Di Sungai Pasca Digigit Ular, Remaja Meninggal
Sabtu, 18 April 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Seorang remaja laki-laki berusia 13 tahun di India, direndam di Sungai Gangga selama 12 jam usai digigit ular berbisa. Saran seorang dukun membuat bocah malang itu meninggal dunia.
Melansir Oddity Central, Rabu (15/4/2026), peristiwa tragis ini terjadi di desa Pitampur, Uttar Pradesh, India. Korban bernama Amit, seorang siswa kelas 4 Sekolah Dasar (SD), yang digigit ular pada Kamis (9/4/2026). Setelah itu, dia segera memberitahu keluarganya.
Namun, bukannya mencari pertolongan medis, keluarga justru berkonsultasi dengan seorang dukun. Atas saran dukun tersebut, Amit diikat pada batang bambu dan direndam di Sungai Gangga. Mereka berharap air suci dapat menyembuhkannya.
Baca juga : Dea Imut, Tulang Punggung Keluarga, Rela Tunda Menikah
Keluarga baru membawa Amit ke tenaga medis setelah 12 jam berlalu dan kondisi bocah itu sudah tidak sadarkan diri. Nyawanya tidak dapat diselamatkan.
“Setiap menit sangat berharga dalam kasus gigitan ular. Kami terus mengimbau masyarakat agar segera datang ke rumah sakit,” tegas Dr. Shashank Chaudhary dari pusat kesehatan setempat.
Bahkan, setelah dinyatakan meninggal, keluarga sempat berupaya menghanyutkan jenazah Amit ke Sungai Gangga. Keluarganya berharap terjadi keajaiban dan bocah itu kembali hidup.
Baca juga : Menag Dukung PP Tunas: Ruang Digital Perlu Fondasi Agama dan Etika
Tewasnya Amit memicu kemarahan publik. Netizen India kembali menyoroti bahaya praktik takhayul dalam penanganan medis. Kematian remaja itu seharusnya bisa dicegah.
Sejumlah pihak mendesak agar orang tua korban dimintai pertanggungjawaban atas kelalaian mereka. Hingga kini, belum ada kepastian apakah pihak kepolisian akan mengambil tindakan hukum dalam kasus tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya