Dark/Light Mode

Dubes Muhsin Syihab Nonton Film Kartini Bersama Menteri Lena Metlege Diab

Sabtu, 25 April 2026 07:17 WIB
Duta Besar Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab (keempat kiri) dan Menteri Urusan Imigrasi, Pengungsi dan Kewarganegaaran Kanada Lena Metlege Diab (ketiga kiri) menghadiri acara perayaan setahun penetapan surat-surat Kartini ke dalam UNESCO Memory of the World Register, di KBRI Ottawa, Kanada, Kamis (23/4/2026). (Foto KBRI Ottawa)
Duta Besar Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab (keempat kiri) dan Menteri Urusan Imigrasi, Pengungsi dan Kewarganegaaran Kanada Lena Metlege Diab (ketiga kiri) menghadiri acara perayaan setahun penetapan surat-surat Kartini ke dalam UNESCO Memory of the World Register, di KBRI Ottawa, Kanada, Kamis (23/4/2026). (Foto KBRI Ottawa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Suasana Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ottawa, Kanada, Kamis (23/4), berubah hangat dan penuh makna dalam peringatan Indonesia’s Legacy of Women Empowerment. Acara ini menandai setahun penetapan surat-surat RA Kartini ke dalam UNESCO Memory of the World Register.

Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab membuka acara yang dihadiri sekitar 200 tamu undangan. Mulai dari anggota parlemen dan Senator Kanada, korps diplomatik, hingga asosiasi pendamping parlemen Ottawa dan Montreal.

Turut hadir Menteri Urusan Imigrasi, Pengungsi, dan Kewarganegaraan Kanada Lena Metlege Diab, sebagai tamu kehormatan. Serta dua Konsul Jenderal RI perempuan di Toronto dan Vancouver, yakni Vevie Damayanti dan Nina Kurnia Widhi.

Sejak awal, suasana sudah cair. Para tamu diajak menyaksikan demo masak mie goreng khas Indonesia, lengkap dengan bumbu dan sayuran. Bahkan, dua tamu ikut mencoba memasak langsung.

Baca juga : Dubes Australia Rod Brazier Nikmati Lari Santai Di Area Car Free Day

Panggung budaya kemudian berlanjut dengan Tari Bajidor Kahot dari Jawa Barat yang dibawakan diplomat dan staf KBRI Ottawa. Tepuk tangan riuh mengiringi setiap gerakan dinamis yang tampil di ruang diplomasi itu.

Puncak acara saat film pendek Kartini diputar. Film karya staf KBRI Ottawa itu menyoroti perjuangan RA Kartini sebagai simbol emansipasi perempuan Indonesia, sekaligus perjalanan panjang peran perempuan dalam sejarah bangsa. Mulai Maria Ulfa Santoso yang menjadi Menteri Sosial pada 1946, hingga Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden RI periode 2001–2004.

Film juga menampilkan deretan perempuan Indonesia yang terus berkarya. Seperti Sri Mulyani, Menteri Keuangan perempuan pertama, Retno Marsudi sebagai Menteri Luar Negeri perempuan pertama, hingga Armida Alisjahbana sebagai Under-Secretary-General of the United Nations and Executive Secretary of the Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UN-ESCAP) 2018 hingga sekarang.

Dalam sambutannya, Dubes Muhsin menegaskan, semangat Kartini bukan sekadar warisan sejarah, melainkan tanggung jawab yang terus hidup.

Baca juga : Dubes Muhsin Syihab Gagas Kerja Sama Middle Power Dengan Kalangan Think Tank

“Hari ini, Indonesia berdiri sebagai bukti nyata hidup dari visi Kartini. Seorang perempuan pernah memimpin bangsa ini sebagai Presiden. Perempuan Indonesia juga telah mengemban peran strategis sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Menteri Luar Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Kesehatan, serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menghadapi dan mengelola berbagai tantangan global yang paling menentukan di era kita,” papar Dubes Muhsin.

Dia juga mengatakan, ke depan diplomasi Indonesia akan semakin banyak diisi perempuan, seiring dominasi rekrutmen diplomat perempuan dalam dua dekade terakhir.

Menteri Lena Metlege Diab tak menyembunyikan haru usai menonton film tersebut. Dia bahkan membagikan kisah pribadi tentang pesan orang tuanya yang mendorong pendidikan tinggi bagi anak-anak perempuan mereka.

Menurutnya, pemikiran Kartini masih sangat relevan hingga kini. Surat-surat RA Kartini bukan sekadar dokumen sejarah, melainkan jendela pemikiran seorang perempuan muda yang berani menolak batasan zamannya.

Baca juga : Progres Sekolah Rakyat Nganjuk Baru 15 Persen, Menteri PU Tegur Keras Jajaran

“Melalui gagasan tentang pendidikan, kesetaraan, dan kekuatan pengetahuan, Kartini menunjukkan bahwa kemajuan lahir ketika kita berani menantang konvensi dan membuka peluang,” jelas Diab.

Acara ditutup dengan alunan gamelan Jawa yang dimainkan staf KBRI Ottawa dan Deputy Chief of Mission Lefianna Hartati Ferdinandus. Tembang Jaranan dan Gugur Gunung menghadirkan nuansa Jawa yang kental di tengah atmosfer diplomatik Kanada.

Tamu undangan juga menikmati sajian kuliner Nusantara. Dari mie goreng, sate ayam, rendang, hingga urap dan tempe, serta produk makanan Indonesia yang kini sudah menembus pasar Kanada.

Perayaan ini menjadi penegasan bahwa Kartini bukan sekadar tokoh sejarah, melainkan wajah soft power Indonesia yang terus hidup dan relevan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.