Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump jengkel ke sejumlah negara North Atlantic Treaty Organization (NATO) yang tidak mendukungnya memerangi Iran. Trump bahkan mengancam menarik pasukan militer dari negara-negara sekutunya itu.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington DC, seperti dikutip dari AFP, Jumat (1/5/2026).
“Ya, mungkin saja. Saya mungkin akan melakukannya. Mengapa saya tidak boleh melakukannya?” kata Trump saat ditanya mengenai kemungkinan penarikan pasukan AS dari kedua negara tersebut.
Trump menilai, sekutu-sekutu Eropa tidak memberikan kontribusi signifikan dalam konflik yang menurutnya juga berdampak pada keamanan global. “Italia sama sekali tidak membantu kami. Dan Spanyol sangat buruk, benar-benar mengerikan,” ujarnya.
Baca juga : Harapan Sederhana Abdi Dalem Mbah Taruno Di Tanah Suci
Selain Spanyol dan Italia, Trump juga melontarkan kritik terhadap Jerman. Ia menyindir Kanselir Jerman Friedrich Merz agar lebih fokus pada persoalan domestik dan konflik Rusia-Ukraina ketimbang mengkritik kebijakan AS di Iran.
“Kanselir Jerman seharusnya menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina dan memperbaiki negaranya yang karut-marut, terutama soal imigrasi dan energi,” kata Trump, Kamis (30/4/2026).
Sebelumnya, Trump juga menyatakan tengah mengkaji kemungkinan pengurangan pasukan AS di Jerman. Ia menyebut, keputusan tersebut akan diambil dalam waktu dekat sebagai bagian dari evaluasi kehadiran militer AS di luar negeri.
“Amerika Serikat sedang meninjau kemungkinan pengurangan pasukan di Jerman,” ujarnya.
Baca juga : Sonny Pudjisasono: Persulit Partai Kecil Untuk Berkembang
Berdasarkan data Desember 2025, terdapat sekitar 36.436 personel militer aktif AS di Jerman, 12.662 personel di Italia, dan 3.814 personel di Spanyol.
Menanggapi pernyataan tersebut, Pemerintah Jerman menegaskan, tetap berkomitmen pada NATO dan kemitraan transatlantik. Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan, pentingnya menjaga hubungan yang erat dengan Washington di tengah situasi global yang bergejolak.
“Kami menjaga kontak yang erat dan saling percaya dengan mitra kami, terutama di Washington,” kata Merz.
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menyebut, negaranya siap menghadapi kemungkinan pengurangan pasukan AS, meskipun menegaskan pentingnya keberadaan pangkalan militer AS di Jerman.
Baca juga : Ahmad Doli Kurnia: Upaya Memperkuat Efektivitas Pemerintah
“Pangkalan Udara Ramstein memiliki fungsi yang tidak tergantikan bagi Amerika Serikat dan bagi kita berdua,” ujarnya.
Sementara, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menegaskan, negaranya akan tetap mempertahankan kebijakan anggaran pertahanan sesuai kepentingan nasional, meski mendapat tekanan dari Washington untuk meningkatkannya hingga 5 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Sikap Spanyol tersebut memicu ketegangan lebih lanjut dengan AS. Bahkan diwarnai ancaman dari Washington terkait hubungan perdagangan serta wacana peninjauan posisi Spanyol dalam aliansi.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles menegaskan, negaranya tidak membutuhkan arahan dari pihak luar terkait komitmen terhadap NATO. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya