Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Laporan Wartawan Rakyat Merdeka Muhammad Rusmadi Dari Makkah Dan Madinah
Senyum hangat terpancar dari wajah Taruno Tanoyo saat ditemui di Hotel Al Asalah Al Bakkiyah, sektor 7 wilayah Misfalah, Makkah. Pria kelahiran 8 Desember 1941 itu tampak segar dan penuh semangat, meski baru saja menempuh perjalanan darat sekitar tujuh jam dari Madinah menuju Makkah.
Ketika ditemui tim Media Center Haji (MCH), Mbah Taruno sudah mengenakan kain ihram. Bersama rombongan kloter 1 Embarkasi Yogyakarta (YIA), ia tengah bersiap menunaikan umrah wajib yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (30/4/2026) pukul 22.00 waktu setempat.
Baca juga : Sonny Pudjisasono: Persulit Partai Kecil Untuk Berkembang
Didampingi sang istri, Sumarni, Mbah Taruno mengungkapkan rasa syukur yang mendalam karena akhirnya dapat menunaikan ibadah haji. Di balik perjalanan panjang itu, tersimpan harapan sederhana: meraih haji mabrur dan keberkahan hidup hingga kelak mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
Saat ditanya doa yang ingin dipanjatkan di Tanah Haram, keduanya kompak menyebut satu hal yang paling utama: kesehatan. Mereka berharap diberikan kekuatan untuk menjalani seluruh rangkaian ibadah, terutama saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Semoga diparingi kesehatan,” ujar Mbah Taruno lirih.
Perjuangan Panjang Menuju Baitullah
Baca juga : Ahmad Doli Kurnia: Upaya Memperkuat Efektivitas Pemerintah
Perjalanan Mbah Taruno menuju Tanah Suci bukanlah hal yang instan. Demi mewujudkan impian berhaji, ia rela menjual seluruh ternak yang dimilikinya. Hasil penjualan itu digunakan untuk melunasi biaya perjalanan ibadah haji.
Sementara itu, biaya setoran awal ia kumpulkan dengan penuh kesabaran selama puluhan tahun. Sejak 1965, Mbah Taruno mengabdi sebagai abdi dalem di Pura Pakualaman, Yogyakarta. Meski penghasilannya terbatas, ia tetap menyisihkan sebagian rezekinya untuk ditabung.
“Nabung tiap hari, jumlahnya tidak menentukan,” kenangnya.
Baca juga : Senayan Sepakat Kurangi Ekspor Mineral Mentah
Niat berhaji semakin kuat seiring bertambahnya usia. Setelah sempat menunaikan umrah pada 2018, ia dan sang istri akhirnya mendaftarkan diri untuk berhaji dari kampung halamannya di Kulonprogo.
“Alhamdulillah masih ada sisa uang untuk mendaftar haji, jadi kami berangkat berdua,” tutur Mbah Taruno.
Tahun ini, impian itu menjadi kenyataan. Bersama kloter pertama Embarkasi Yogyakarta, ia tiba di Makkah pada Kamis (30/4/2026), setelah sebelumnya menetap di Madinah sejak 22 April.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya