Dark/Light Mode

Gedung Putih Lockdown Usai Baku Tembak Libatkan Secret Service

Selasa, 5 Mei 2026 09:37 WIB
Wakil Direktur Secret Service Amerika Serikat Matthew C. Quinn di dekat Gedung Putih, Washington DC, Senin (4/5/2026). (Maxine Wallace/The Washington Post)
Wakil Direktur Secret Service Amerika Serikat Matthew C. Quinn di dekat Gedung Putih, Washington DC, Senin (4/5/2026). (Maxine Wallace/The Washington Post)

RM.id  Rakyat Merdeka - Suasana di sekitar White House (Gedung Putih), Washington DC, Amerika Serikat (AS) terasa mencekam setelah baku tembak melibatkan personel Secret Service dengan seorang pria bersenjata, Senin (4/5/2026) petang waktu setempat.

Jantung kekuasaan AS yang selama ini paling aman itu sempat di-lockdown (penutupan akses) Peristiwa dramatis ini tak jauh dari Washington Monument. Insiden ini terjadi hanya beberapa saat setelah iring-iringan Wakil Presiden JD Vance melintas di kawasan tersebut.

Secret Service langsung bereaksi cepat. Sebagai informasi, selain melindungi pejabat penting (protective mission), Secret Service juga menangani kejahatan keuangan (investigative mission). Dalam kasus Gedung Putih, mereka adalah petugas yang langsung bereaksi kalau ada ancaman keamanan di sekitar area presiden.

Menurut keterangan resmi Secret Service, pria bersenjata itu ditembak sekitar pukul 15.30 waktu setempat di persimpangan 15th Street SW dan Independence Avenue SW.

Wakil Direktur Secret Service Matthew C. Quinn mengungkapkan, gerak-gerik mencurigakan pelaku sudah terdeteksi sejak awal oleh petugas yang berjaga di batas luar kompleks Gedung Putih.

Baca juga : Dukung WFH di Jabodetabek, Telkomsel Hadirkan Promo Internet Spesial

"Aparat kami berpakaian sipil, yang rutin berpatroli di perimeter kompleks Gedung Putih, mengidentifikasi ada seseorang mencurigakan yang diduga membawa senjata api,” ujar Matthew C. Quinn, dalam konferensi pers, dikutip Washington PostSelasa (5/5/2026).

“Kami sedang berpatroli di area ini, dan di setiap lokasi yang kami jaga, 24/7, tanpa henti,” kata Quinn.

Quinn menuturkan, ketika petugas tugas mendekati orang tersebut, dia mencoba melarikan diri sembari menembaki para agen. Aksi saling tembak pun terjadi. Aparat berhasil melumpuhkan tersangka yang segera dibawa ke rumah sakit.

Di tengah baku tembak singkat itu, seorang saksi mata yang masih di bawah umur sempat tertabrak tersangka saat berusaha melarikan diri. Beruntung, korban tidak mengalami luka serius yang mengancam jiwa.

Belum ada kepastian motif pelaku. Namun aparat memastikan situasi kini sudah terkendali dan lockdown hanya berlangsung singkat.

Baca juga : Macan Putih Yakin Taklukkan Persijap Jepara

Meski demikian, pihak Secret Service menegaskan tidak ada indikasi bahwa konvoi Wapres JD Vance tersebut menjadi target serangan. Penyelidikan kini masih berlangsung, termasuk kemungkinan adanya kaitan dengan ancaman terhadap Presiden Donald Trump.

“Apakah tembakan itu ditujukan kepada presiden atau tidak, saya tidak tahu, tapi kami akan mengetahuinya,” imbuh Quinn.

Sekitar pukul 15.45, Secret Service mengevakuasi beberapa anggota media dari halaman utara Gedung Putih ke ruang konferensi pers.

Ryan Naef (21) dan ibunya, Amanda Naef (47), yang sedang berkunjung dari Vermont, sedang mengambil foto di dekat Gedung Putih ketika mereka melihat iring-iringan mobil Vance melintas.

Kemudian terdengar lima atau enam tembakan, kata Ryan Naef. “Semua petugas, semua mobil di area itu langsung melaju ke arah sana,” katanya.

Baca juga : Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Perekonomian & Kesejahteraan Desa

“Kami benar-benar bingung," imbuhnya.

Kasus ini kini ditangani kepolisian Metropolitan Police Department of the District of Columbia, dengan dukungan penuh dari Secret Service. 

Insiden ini juga terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan aparat Washington DC, menyusul peristiwa penembakan saat makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.