Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka -
Laporan Muhammad Rusmadi & Tim Media Center Haji, Makkah
Sebuah ruangan berukuran sekitar 6x4 meter di depan resepsionis Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja (Daker) Makkah menjadi pusat pengendalian mobilitas ribuan jemaah haji Indonesia. Dari ruang sederhana itulah aktivitas transportasi jemaah dipantau tanpa henti selama 24 jam penuh.
Baca juga : Wali Kota Pekalongan Komit Jaga Iklim Investasi Tetap Sehat & Kondusif
Ruangan tersebut menjadi jantung koordinasi layanan transportasi haji Indonesia di Arab Saudi. Meski tidak luas, berbagai perangkat pemantauan modern dipasang untuk memastikan perjalanan jemaah berlangsung aman dan lancar.
Lima layar monitor besar terpampang di dalam ruang kendali itu. Seluruh layar menampilkan pergerakan bus Angkutan Kota Antar Perhajian (AKAP) secara real-time, khususnya untuk jemaah gelombang pertama yang bergerak dari Madinah menuju Mekah.
Setiap titik yang muncul di layar mewakili posisi bus yang membawa jemaah. Bagi para petugas, data tersebut bukan sekadar angka dan koordinat, melainkan gambaran langsung perjalanan ribuan tamu Allah yang tengah berpindah kota.
Baca juga : BSD City Kembangkan Pusat Riset AI dan Robotik Bersama ASIX Indonesia
Pada Minggu (10/5/2026), aktivitas di ruang kendali terlihat sangat sibuk. Suara komunikasi melalui handy talky (HT) yang akrab disebut “Bravo” terdengar bersahutan di antara petugas yang berjaga.

Salah seorang petugas layanan transportasi, Arudi, tampak terus memantau laporan dari lapangan. Dia nyaris tidak melepaskan HT dari tangannya demi memastikan seluruh pergerakan bus tetap terkendali.
Di sisi lain ruangan, beberapa petugas terlihat fokus mengawasi GPS bus yang mengangkut jemaah Kloter 29 Embarkasi Solo (SOC 29). Pemantauan dilakukan secara detail untuk memastikan armada bergerak sesuai jalur dan jadwal.
Baca juga : Pengawasan Fasilitas Arafah Diperketat
Arudi juga rutin berkoordinasi dengan petugas di dalam bus maupun petugas sektor tempat jemaah akan menginap. Komunikasi tersebut menjadi bagian penting agar proses kedatangan jemaah berjalan tertib.
Menurut dia, informasi posisi bus sangat menentukan kesiapan sektor penerima jemaah. Dengan mengetahui lokasi armada secara akurat, petugas hotel maupun konsumsi dapat mempersiapkan layanan sebelum jemaah tiba.
“Jadi patokannya itu posisi bus ada di kilometer berapa dengan jarak hotel. Misalnya posisi ada di kilometer sekian, kurang lebih dua jam akan sampai di sektor, jadi mereka sudah siap-siap,” kata Arudi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya