Dark/Light Mode

Trump Ngajak Bos-Bos Teknologi & Keuangan ke China, Termasuk Elon Musk

Kamis, 14 Mei 2026 09:13 WIB
Presiden AS Donald Trump saat tiba di Beijing Capital International Airport, disambut Wakil Presiden China Han Zheng,  Rabu (13/5/2026) malam. (Foto: IG @realdonaldtrump)
Presiden AS Donald Trump saat tiba di Beijing Capital International Airport, disambut Wakil Presiden China Han Zheng, Rabu (13/5/2026) malam. (Foto: IG @realdonaldtrump)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba di Beijing dalam rangka kunjungan kenegaraan ke China, atas undangan Presiden Xi Jinping, Rabu (13/5/2026) malam. Ini merupakan kunjungan pertama presiden AS ke China dalam hampir sembilan tahun, sekaligus kunjungan kedua Trump sejak November 2017.

Kedatangan Trump di Beijing Capital International Airport disambut Wakil Presiden China Han Zheng, yang juga menghadiri pelantikan Trump pada tahun lalu. 

Cuplikan video yang dirilis China News Agency, mengutip Associated Press menyebut, sebelum bertolak dari AS, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa “hal-hal baik akan terjadi” di China.

Selain didampingi putra kedua: Eric Trump dan istrinya Lana, dalam kunjungan ke China pada 13-15 Mei 2026, Trump juga didampingi sejumlah bos besar sektor teknologi dan keuangan.

Baca juga : MHE Kenalkan Teknologi Crane Pintar untuk Industri Jatim

Berikut daftar bos besar yang diajak Trump ke China, seperti dikutip BBC: 

  • Dina Powell McCormick, President  and Vice Chair of Meta
  • Kelly Ortberg, President and CEO Boeing
  • Ryan McInerney, CEO Visa
  • Stephen Schwarzman, CEO of Blackstone
  • Brian Sikes, CEO and Chairman of Cargill 
  • Jane Fraser, CEO Citi
  • Jim Anderson, CEO Coherent
  • Henry Lawrence Culp, CEO GE Aerospace
  • David Solomon, CEO Goldman Sachs
  • Jacob Thaysen, CEO Illumina
  • Michael Miebach, President of Mastercard
  • Sanjay Mehrotra, CEO of Micron Technology

Hubungan AS-China 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun mengatakan, diplomasi antarkepala negara memainkan peran yang tak tergantikan dalam memberikan arahan strategis bagi hubungan China-AS.

"Kami menyambut baik kunjungan kenegaraan Presiden Trump ke China," kata, Rabu (13/5/2026).

"Selama kunjungan tersebut, kedua kepala negara akan melakukan pertukaran pandangan secara mendalam mengenai isu-isu utama terkait hubungan China-AS serta perdamaian dan pembangunan dunia," imbuhnya.

Baca juga : Persis Solo Bangkit, Makin Termotivasi Jauhi Zona Merah

Guo menegaskan, China siap bekerja sama dengan AS untuk memperluas kerja sama dan mengelola perbedaan dalam semangat kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan. Serta memberikan lebih banyak stabilitas dan kepastian bagi dunia yang penuh gejolak.

Melansir Global Times, para pengamat China memperkirakan pertemuan puncak kedua pemimpin akan menentukan arah perkembangan hubungan China-AS. Kedua negara besar diharapkan dapat memperluas daftar dialog dan kerja sama, mendorong agenda-agenda positif, mengurangi isu-isu negatif, dan mengelola perbedaan dengan tepat.

Mereka meyakini, hal ini tidak hanya akan menciptakan hubungan bilateral yang stabil dan berkelanjutan, tetapi juga membuka jalan yang tepat bagi keterlibatan kedua negara di masa mendatang.

Sementara Juru Bicara China Council for the Promotion of International Trade mengatakan, kerja sama pragmatis China dan AS memiliki ruang yang luas dan potensi besar.

Baca juga : Tren Harga Pangan Masuk Zona Hijau

"Kami berharap pertukaran dan kerja sama  mendalam antara komunitas bisnis China dan AS, di bawah arahan strategis kedua kepala negara, dapat memberikan kontribusi baru bagi perkembangan hubungan China-AS yang stabil, sehat, dan berkelanjutan," paparnya.

Pakar Perdagangan China-AS He Weiwen menilai, banyaknya wakil perusahaan teknologi tinggi dan keuangan dalam delegasi AS dibanding kunjungan Trump pada 2017 menunjukkan pentingnya kerja sama di bidang-bidang tersebut.

Laporan American Chamber of Commerce in China pada 23 April menyebut, setengah dari perusahaan AS yang disurvei masih menempatkan China dalam tiga tujuan investasi global teratas mereka.

Sementara 79 persen responden memiliki pandangan positif atau netral terhadap masa depan hubungan China-AS pada 2026, meningkat 30 poin persentase dibanding tahun lalu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.