Dark/Light Mode

Presiden Xi Jinping: AS-China Mestinya Partner, Bukan Rival

Kamis, 14 Mei 2026 10:22 WIB
Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Beijing, Kamis (14/5/2026). (Foto: YouTube White House)
Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Beijing, Kamis (14/5/2026). (Foto: YouTube White House)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden China Xi Jinping menyambut baik kedatangan tamunya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dia mengaku sangat senang bertemu Trump di Beijing. Jinping menegaskan, China dan AS mestinya kokoh membangun partnership, bukan rivalitas.

Trump terakhir kali datang ke China pada November 2017 di masa jabatan pertamanya. Trump adalah presiden AS pertama yang menginjakkan kaki di China, dalam hampir satu dekade terakhir.

"Selamat datang kembali ke China setelah 9 tahun. Saat ini, seluruh dunia sedang menyaksikan pertemuan kami," kata Jinping dalam pertemuan yang disiarkan kanal YouTube White House, Kamis (14/5/2026).

Jinping menuturkan, transformasi tak terlihat dalam satu abad, kini bergulir semakin cepat di seluruh dunia. Situasi internasional menjadi cair dan bergejolak. Dunia telah sampai pada persimpangan jalan yang baru.

Di posisi ini, Jinping mempertanyakan kemampuan China dan AS dalam menghindari jebakan thucydides dan menciptakan paradigma baru dalam hubungan antara dua negara besar.

Baca juga : Hendri Satrio: Analisis Pengamat Bukan Horoskop

Istilah thucydides trap merujuk pada situasi kekuatan besar yang sedang bangkit, menantang kekuatan dominan yang sudah mapan, sehingga meningkatkan risiko konflik. Dalam konteks ini, China dipandang sebagai kekuatan yang sedang naik, sementara AS merupakan kekuatan dominan saat ini.

"Apakah kita dapat menghadapi tantangan global dan memberikan stabilitas yang lebih bagi dunia? Dapatkah kita, demi kesejahteraan kedua bangsa dan masa depan umat manusia, membangun masa depan yang lebih cerah bersama bagi hubungan bilateral kita?" tanya Jinping. 

"Inilah pertanyaan-pertanyaan yang sangat penting bagi sejarah, dunia, dan rakyat. Pertanyaan-pertanyaan inilah yang menjadi tantangan utama zaman, yang harus kita jawab sebagai pemimpin dua negara besar," imbuhnya.

Jinping kemudian menyinggung usia kemerdekaan AS yang mencapai angka 250 pada tahun ini.  "Selamat untuk Anda dan rakyat Amerika. Saya selalu percaya bahwa dua negara kita memiliki kepentingan yang lebih umum daripada perbedaan," ujarnya.

Menurut Jinping, keberhasilan di satu negara mestinya bisa menjadi peluang untuk negara lain. Hubungan China-AS yang stabil sangat baik bagi dunia.

Baca juga : Presiden Perintahkan Waka BGN Bidang Investigasi, Tertibkan Dapur/SPPG Jelek

Dari hubungan kerja sama yang solid, China-AS akan memperoleh keuntungan. Sebaliknya, akan merugi jika memilih konfrontasi.

"Kita mestinya menjadi partner, bukan rival," tegas Jinping.

"Kita harus saling membantu untuk meraih keberhasilan, tumbuh makmur bersama, dan menemukan cara yang tepat agar negara-negara besar dapat hidup berdampingan secara harmonis di era baru," tandasnya. 

 

 

Baca juga : Inggris Vs Jepang, Asah Mesin Pasukan Samurai

 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.