Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Indonesia Tegaskan Posisi BRICS Jadi Solusi Global Dan Penjaga Perdamaian
Jumat, 15 Mei 2026 20:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono menegaskan pentingnya peran BRICS dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global. Menurut dia, penegakan hukum internasional harus dijalankan secara adil tanpa standar ganda.
Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono saat menghadiri BRICS Foreign Ministers’ Meeting (FMM) di New Delhi, India, Kamis (14/5). Dalam forum itu, Sugiono menilai BRICS memiliki peran penting dalam memperkuat suara negara-negara berkembang di tengah dinamika global saat ini.
“Nilai terbesar BRICS terletak pada penguatan suara negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan global masa depan,” kata Sugiono.
Pertemuan BRICS tahun ini digelar di bawah keketuaan India dengan tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”. Tahun 2026 juga menjadi tahun kedua Indonesia sebagai anggota BRICS sekaligus menandai dua dekade berdirinya kelompok tersebut sejak dibentuk pada 2006.
Baca juga : Diplomasi Tanpa Jarak Menlu RI Dan Singapura
Dalam pertemuan itu, Sugiono berbicara pada dua sesi utama yang membahas isu global dan regional. Ia menekankan BRICS harus menjadi bagian dari solusi dunia, bukan justru memperdalam polarisasi internasional.
Indonesia juga kembali menegaskan dukungan penuh terhadap Palestina serta solusi dua negara. Selain itu, Sugiono menyoroti gugurnya empat Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Ia meminta adanya akuntabilitas penuh terhadap pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Indonesia, kata Sugiono, memandang keselamatan personel penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai prinsip yang tidak boleh dikompromikan.
Sugiono turut menekankan pentingnya reformasi tata kelola global untuk menjawab tantangan dunia saat ini. Menurutnya, sistem perdagangan internasional harus lebih inklusif, terbuka, dan non-diskriminatif dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebagai fondasi utama.
Baca juga : Jasa Raharja Pastikan Korban Bus ALS Dapat Santunan Dan Pendampingan
Sejalan dengan tema keketuaan India, Indonesia juga menyambut baik penguatan New Development Bank (NDB). Saat ini, pemerintah tengah menyelesaikan proses internal untuk bergabung dengan bank pembangunan milik BRICS tersebut.
Ke depan, Indonesia akan memanfaatkan forum BRICS untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, energi, kesehatan, perubahan iklim hingga reformasi tata kelola global.
Keanggotaan Indonesia di BRICS diharapkan mampu menghadirkan manfaat konkret bagi kepentingan nasional. Saat ini, BRICS mewakili sekitar 28–30 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia dan mencakup sekitar 45 persen populasi global.
BRICS Foreign Ministers’ Meeting merupakan forum utama tingkat menteri luar negeri negara anggota BRICS dan menjadi bagian dari rangkaian menuju KTT BRICS ke-18 yang dijadwalkan berlangsung pada 12–13 September 2026 di New Delhi, India.
Baca juga : Enrique Tegaskan PSG Siap Juara Liga Champions
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya