Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Keren, Adam Alis Bisa Bersaing Bareng Cristiano Ronaldo
- Eriksen Kembali Kolaps, Laga Denmark Vs Ukraina Dihentikan
- Gempa M7,7 Guncang Mindanao Filipina, Tsunami Kecil Terdeteksi di Sulut & Malut
- Dramatis! Garuda Muda Lolos ke Semifinal ASEAN U-19 2026
- Raymond/Joaquin Buka Harapan Baru Regenerasi Bulu Tangkis RI
Menlu Iran: Teheran Siap Lanjutkan Perundingan Kapan Pun AS Serius
Sabtu, 16 Mei 2026 05:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyatakan kesiapan Teheran untuk melanjutkan jalur perundingan, kapan pun Amerika Serikat (AS) benar-benar serius serta siap mencapai kesepakatan yang adil dan seimbang.
Dalam konferensi pers di New Delhi pada Jumat (15/5/2026), Araghchi mengatakan ini adalah kali kedua Iran memulai negosiasi dengan Amerika Serikat. Namun menurutnya, Washington justru melancarkan serangan di tengah pembicaraan dan pada puncak upaya diplomasi.
"Ini sangat disayangkan," kata Araghchi, seperti dikutip Tasnim, Jumat (15/5/2026).
Araghchi menuturkan, saat ini Iran berada dalam situasi gencatan senjata, meskipun gencatan tersebut masih sangat rapuh. Teheran, kata Araghchi, berupaya mempertahankan gencatan senjata demi menciptakan peluang bagi diplomasi dan penyelesaian melalui negosiasi.
"Tidak ada solusi militer untuk persoalan Iran," tegas Araghchi.
Baca juga : Masa Persidangan V, DPR Lanjutkan Pembahasan 4 RUU Krusial
Iran, lanjutnya, tidak pernah menyerah terhadap tekanan maupun ancaman. Sejauh ini, Iran telah bertahan menghadapi agresi, tekanan, dan sanksi.
Dia menambahkan, setelah 40 hari perang, ketika AS gagal mencapai tujuannya melalui agresi terhadap Iran, Washington kembali mengusulkan negosiasi.
"Iran tertarik untuk berunding, tetapi hanya jika pihak lawan benar-benar serius dan sungguh-sungguh menginginkan pembicaraan yang nyata," papar Araghchi.
Menurutnya, persoalan utama saat ini adalah kepercayaan. Iran tidak dapat mempercayai AS, sehingga segala sesuatu harus dirumuskan secara tepat, jelas, dan transparan agar suatu kesepakatan dapat tercapai.
Araghchi menyebut proses negosiasi saat ini terkendala oleh kurangnya kepercayaan, serta pesan-pesan yang saling bertentangan dari pihak Amerika Serikat.
Baca juga : Gaet Crawford Software, Aether AI Siap Boyong Teknologi Indonesia Ke Amerika
Dia bilang, setiap hari Washington mengeluarkan pesan-pesan baru, yang kadang saling bertolak belakang. Sehingga, Iran makin ragu terhadap niat Amerika.
Program Nuklir
Araghchi kembali menegaskan, Iran tidak pernah berupaya mengembangkan senjata nuklir. Hal itu telah dibuktikan Teheran, dengan menandatangani kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action pada tahun 2015.
"Program nuklir Iran selalu bersifat damai. Secara konsisten, Iran siap membangun kepercayaan mengenai nuklir dami," ujarnya.
Mengenai material nuklir Iran yang telah diperkaya, Araghchi menyebut persoalan itu sangat rumit. Menurutnya, Iran dan AS telah menyimpulkan kedua pihak hampir menemui jalan buntu dalam isu tersebut. Sehingga, akan lebih baik jika pembahasannya ditunda ke tahap negosiasi berikutnya.
"Sampai saat ini, isu tersebut belum masuk agenda pembicaraan. Tapi, ini akan dibahas pada fase-fase selanjutnya. Pada tahap tersebut, Iran juga akan berkonsultasi lebih lanjut dengan Rusia, untuk menentukan apakah usulan Rusia dapat membantu menyelesaikan persoalan tersebut," beber Araghchi.
Peran Positif China
Baca juga : Ketua KAUMY Jakarta Tekankan Pentingnya Perlindungan Korban Kekerasan
Araghchi mengatakan, pihaknya menyambut bantuan dari negara mana pun yang dapat membantu proses penyelesaian, terutama China.
Dalam catatannya, China telah memainkan peran positif dalam memulihkan hubungan Iran dan Arab Saudi. Araghchi menyebut Teheran dan Beijing memiliki hubungan yang sangat baik sebagai mitra strategis.
"Teheran meyakini China memiliki niat baik. Teheran akan menyambut setiap upaya China yang bertujuan mendukung diplomasi," kata Araghchi.
"Harapan terhadap kemajuan dalam negosiasi pada akhirnya akan membawa keamanan penuh di Selat Hormuz, dan mempercepat kembalinya lalu lintas maritim ke kondisi normal," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya